Khofifah Salurkan BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Malang

Khofifah Salurkan BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Malang
Foto: Ilustrasi Khofifah Salurkan BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Malang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan bantuan bahan bakar minyak jenis Pertamax secara gratis kepada ratusan pengemudi ojek daring di SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, pada Rabu siang. Berdasarkan laporan dari Kompas, para pengemudi tersebut masing-masing menerima jatah tiga liter bahan bakar.

Pemberian bantuan ini dilakukan secara langsung oleh Khofifah guna menyapa para pekerja sektor transportasi daring. Selain mendapatkan asupan bahan bakar, sebanyak 160 pengemudi ojek daring yang hadir di lokasi juga menerima bingkisan berupa paket sembako untuk membantu kebutuhan harian mereka.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan koordinasi dengan pihak pengelola SPBU. Langkah tersebut diambil guna menjamin ketersediaan stok bahan bakar tetap aman selama proses penyaluran bantuan berlangsung di lapangan.

Khofifah menegaskan bahwa kegiatan serupa telah beberapa kali dilakukan di berbagai wilayah di Jawa Timur. Ia membantah adanya keterkaitan antara aksi sosial ini dengan situasi geopolitik luar negeri tertentu.

"Bukan hanya sekarang, bukan karena Hormuz bukan, tapi ini penyapaan yang menurut saya bisa kita lakukan di banyak tempat." ujar Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Kegiatan ini disambut baik oleh para mitra pengemudi yang mengaku sangat terbantu dengan adanya tambahan bahan bakar cuma-cuma. Salah satu penerima bantuan, Nurul Handayani, menyatakan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

"Ini bisa membantu saya buat ngojek itu seharian penuh itu full bisa dapat, untuk pendapatan full sehari itu bisa dapat antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu." kata Nurul, Pengemudi Ojek Daring.

Bantuan sebanyak tiga liter tersebut dinilai cukup untuk mendukung operasional kerja pengemudi selama satu hari penuh. Hal ini dianggap sangat meringankan beban pengeluaran harian para pekerja yang menggantungkan pendapatan dari sektor transportasi jalanan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi