Ketimpangan Ekonomi Indonesia Memburuk Kekayaan 50 Orang Terkaya Melonjak

Ketimpangan Ekonomi Indonesia Memburuk Kekayaan 50 Orang Terkaya Melonjak
Foto: Ilustrasi Ketimpangan Ekonomi Indonesia Memburuk Kekayaan 50 Orang Terkaya Melonjak.

Kesenjangan ekonomi di Indonesia dilaporkan mengalami pemburukan yang signifikan pada tahun 2026. Laporan terbaru dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan adanya jurang kekayaan yang semakin lebar antara kelompok super kaya dan masyarakat umum.

Dilansir dari Detik Finance, kondisi ini terpotret dalam laporan berjudul 'Republik Oligarki: Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026'. Studi tersebut menganalisis berbagai indikator mulai dari distribusi pendapatan hingga tingkat kemiskinan nasional.

"Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 55 juta orang Indonesia" tulis laporan tersebut, dikutip Senin (27/4/2026).

Data penelitian mengungkap bahwa akumulasi kekayaan di tangan segelintir elit ekonomi sangat terkonsentrasi. Pada rentang waktu 2019 hingga 2025, total aset 50 orang terkaya di tanah air melesat hampir dua kali lipat, dari Rp 2.508 triliun menjadi Rp 4.651 triliun.

Peningkatan harta kelompok super kaya ini mayoritas berasal dari pengelolaan sumber daya alam. CELIOS mencatat lonjakan proporsi kekayaan dari sektor ekstraktif yang sangat dominan hingga mencapai lebih dari separuh total aset mereka.

"Hingga pada 2026, proporsi harta 50 orang super kaya yang berasal dari sektor ekstraktif melonjak mencapai 57,8%. Artinya para oligarki terus menumpuk kekayaan dari keuntungan besar, di mana lebih dari separuh kekayaan kelompok super kaya Indonesia berasal dari aktivitas eksploitasi sumber daya alam seperti batu bara, sawit dan nikel," kata CELIOS.

Secara statistik, 50 orang terkaya tersebut hanya merepresentasikan sekitar 0,000000174% dari total populasi. Namun, kelompok yang sangat kecil ini menguasai hingga 18,6% dari total kekayaan rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Tanpa adanya langkah perbaikan pada struktur politik dan ekonomi, ketimpangan ini diprediksi akan terus menajam. Estimasi studi menunjukkan bahwa pada tahun 2050, kekayaan 50 orang terkaya tersebut bisa setara dengan gabungan harta 111 juta penduduk.

"Di negeri yang sebagian masyarakat masih bergulat dengan 'hari ini makan apa', segelintir orang bisa lebih kaya dari 'sultan' Timur Tengah," ucapnya.

Fenomena ini juga terlihat dari pertumbuhan dana simpanan di sektor perbankan. CELIOS menemukan bahwa tabungan milik nasabah kelas atas tumbuh jauh lebih pesat dibandingkan simpanan masyarakat kecil.

Saat ini, simpanan bernilai di atas Rp 5 miliar mendominasi 56,45% dari total uang yang tersimpan di bank. Angka ini kontras dengan fakta bahwa 98,91% nasabah di Indonesia sebenarnya merupakan kelompok dengan saldo di bawah Rp 100 juta.

"Struktur simpanan perbankan semakin didominasi oleh kelompok nasabah dengan dana besar sepanjang 2014-2025. Nilai simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat tajam dari Rp 1.564 triliun menjadi Rp 5.463 triliun. Di samping peningkatan nominal tabungan, proporsi dibandingkan total simpanan juga meningkat dari 43% menjadi 56%, namun tren ini berbeda pada simpanan di bawah Rp 100 juta," imbuhnya.

Artikel terkait

Rekomendasi