PT Kereta Api Indonesia mengerahkan unit khusus kereta penolong berwarna kuning untuk membantu proses penanganan darurat dan evakuasi korban pascatragedi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Insiden mematikan tersebut dilaporkan merenggut nyawa 16 orang di lokasi kejadian.
Pengerahan sarana khusus ini menjadi perhatian publik saat proses evakuasi berlangsung di jalur rel tersebut. Dilansir dari Ekonomi, kehadiran unit tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan gangguan operasional serta penanganan kru dan penumpang yang terdampak kecelakaan.
Berdasarkan informasi resmi PT Industri Kereta Api (INKA), kereta penolong merupakan armada khusus yang dipersenjatai dengan fasilitas medis dan peralatan mekanis. Unit ini dirancang dengan material stainless steel dan memiliki kemampuan melaju hingga kecepatan 100 kilometer per jam.
Secara teknis, armada penyelamat ini memiliki spesifikasi panjang mencapai 20 meter dengan beban gandar sebesar 14 ton pada lebar sepur 1.067 mm. Sarana ini mengutamakan mobilitas tinggi agar tim evakuasi dapat mencapai titik lokasi gangguan dengan lebih efisien.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro, menyatakan bahwa pengembangan sarana ini merupakan hasil produksi dalam negeri. Ia menegaskan kemandirian industri nasional dalam membangun interior dan komponen pendukung unit penyelamat tersebut.
"Interior semuanya pakai dalam negeri, tentu saja kalau engine mesinnya enggak," ujar Edi Sukmoro, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia.
Penjelasan tersebut merujuk pada pengembangan armada yang sebelumnya telah diperkenalkan di Stasiun Bandung pada Maret 2019. Versi terbaru dari unit ini memiliki keunggulan dibandingkan generasi pendahulunya, terutama pada aspek fasilitas pertolongan pertama bagi manusia.
"Dengan adanya rangkaian kereta penolong terbaru ini, proses evakuasi tidak hanya fokus pada sarana, tetapi juga korban kecelakaan," kata Edi Sukmoro, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia.
Rangkaian ini terdiri dari dua unit utama yang berbagi tugas antara penanganan teknis sarana kereta dan perawatan medis. Di dalamnya tersedia ruang instalasi gawat darurat (IGD), ruang tindakan medis, ruang resusitasi, serta ruang pasien guna menunjang pertolongan pertama secara cepat.
Selain fasilitas kesehatan, kereta ini mengangkut peralatan berat yang diperlukan untuk menangani kondisi darurat di atas jalur rel. Keberadaannya menjadi instrumen vital dalam sistem keselamatan transportasi kereta api nasional saat menghadapi situasi krisis seperti yang terjadi di Bekasi Timur.