Karakteristik urine ternyata dapat menjadi indikator awal bagi kesehatan ginjal seseorang. Mengingat peran ginjal dalam menyaring darah dan membuang racun, gangguan pada organ ini sering kali tercermin melalui urine saat buang air kecil.
Dilansir dari Detik Health, pemantauan terhadap perubahan urine sangat penting untuk mendeteksi gangguan ginjal lebih dini. Ahli urologi dari Ruby Hall Clinic India, Dr Bhati Singh Bhoopat, menekankan bahwa perubahan kecil yang berulang tidak boleh diabaikan.
Dr Varun Mittal dari Artemis Hospitals memberikan penegasan serupa mengenai tanda awal ini.
"Salah satu tanda pertama dan paling jelas bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik sering terlihat pada urine," ujar Dr Mittal, dikutip dari Times of India.
Terdapat beberapa perubahan spesifik pada urine yang patut diwaspadai sebagai gejala awal kerusakan filter ginjal.
1. Kondisi Urine Berbusa Secara Terus-menerus
Munculnya sedikit busa setelah buang air kecil merupakan hal yang lazim terjadi. Namun, kewaspadaan diperlukan jika busa tampak tebal dan tidak kunjung hilang dalam waktu lama.
"Ketika memiliki urine berbusa yang tampak mirip dengan telur yang digoreng atau buih di bir, biasanya itu menandakan proteinuria," kata Dr Bhoopat.
Kondisi proteinuria mengindikasikan melemahnya saringan ginjal sehingga protein bocor ke urine. Padahal, protein seharusnya tetap bertahan di dalam aliran darah tubuh.
"Jika selalu berbusa, itu bisa menjadi tanda terlalu banyak protein yang bocor ke dalam urine," tambah Dr Mittal.
2. Perubahan Warna Urine
Secara normal, urine sehat memiliki warna kuning pucat. Perubahan menjadi kuning tua, cokelat, keruh, atau kemerahan menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang serius.
"Jika urine berwarna kuning tua, cokelat, merah, dan bahkan keruh, itu bisa berarti ada sesuatu yang salah," jelas Dr Mittal.
Warna merah biasanya mengindikasikan keberadaan darah, sementara tampilan keruh dapat merujuk pada infeksi atau kegagalan proses penyaringan pada ginjal.
3. Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil Malam Hari
Terbangun sekali di malam hari untuk buang air kecil masih dianggap wajar bagi kebanyakan orang. Namun, frekuensi yang terlalu sering bisa menjadi tanda penurunan fungsi organ ginjal.
"Jika mulai sering ke kamar mandi di malam hari, filter ginjal mungkin rusak," tutur Dr Bhoopat.
Penurunan kemampuan ginjal dalam memekatkan urine menyebabkan tubuh memproduksi urine yang lebih encer. Dampaknya, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering muncul.
4. Aroma Urine Menyengat dan Tajam
Urine yang berbau tajam secara terus-menerus perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini terjadi akibat penumpukan racun saat ginjal tidak lagi mampu bekerja secara optimal.
"Kondisi ini membuat urine bau amonia yang busuk," ucap Dr Bhoopat.
Bau yang tidak biasa atau sangat kuat menunjukkan adanya infeksi atau tingginya kadar limbah sisa metabolisme yang tertahan di dalam tubuh.
5. Sensasi Nyeri atau Munculnya Darah
Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil bukan sekadar ketidaknyamanan biasa, melainkan tanda peradangan saluran kemih yang bisa menjalar ke organ ginjal.
"Infeksi dan peradangan dapat menjadi penyebab nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar," imbuh Dr Mittal.
Mittal juga mengingatkan bahwa keberadaan darah dalam urine, meski hanya sedikit, bukanlah kondisi normal. Hal tersebut bisa berkaitan dengan batu ginjal, infeksi akut, hingga penyakit ginjal yang lebih serius.