Kondisi mual dan muntah yang sering disebut sebagai morning sickness merupakan hal yang lumrah dialami oleh wanita hamil. Seperti dikutip dari Medcom, gangguan ini nyatanya tidak memiliki waktu tertentu dan bisa terjadi kapan saja sepanjang hari.
Sebanyak 91% ibu hamil mengalami mual dan muntah dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Bagi beberapa calon orang tua, rasa mual ini bahkan dapat berlangsung terus-menerus selama berbulan-bulan.
Fenomena ini paling sering muncul pada trimester pertama kehamilan. Lonjakan hormon kehamilan yang terjadi secara drastis dalam tubuh menjadi pemicu utama sensitivitas bumil terhadap aroma tertentu atau kondisi perut kosong.
Meskipun morning sickness termasuk normal dan tidak dialami oleh semua wanita hamil, ada kalanya kondisi ini berubah menjadi lebih parah. Ketika mual dan muntah terjadi secara persisten serta intens hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini disebut hiperemesis gravidarum (HG).
Hiperemesis gravidarum memengaruhi hingga sekitar 10% orang hamil. Gejalanya bisa sangat parah sehingga pasien membutuhkan pengobatan khusus atau bahkan rawat inap di rumah sasis.
Kondisi mual yang terjadi terus-menerus hingga membuat ibu hamil sulit makan atau minum tidak boleh dianggap sepele. Tubuh yang tidak mampu menerima asupan nutrisi berisiko tinggi mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi.
Strategi Sederhana Meredakan Gejala
Setiap kehamilan memiliki respons yang berbeda, sehingga tidak ada satu metode tunggal yang efektif untuk semua orang.
"Tidak ada satu solusi ajaib yang efektif untuk semua orang dalam meredakan mual pagi, jadi kamu mungkin perlu mencoba beberapa strategi untuk melihat apa yang membantu," kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Beberapa kebiasaan sederhana diketahui dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman di perut. Mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit asin sebelum beranjak dari tempat tidur menjadi salah satu cara yang banyak membantu ibu hamil.
Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menghindari aroma menyengat seperti parfum atau makanan tertentu. Selain itu, jahe juga dipercaya dapat membantu menenangkan lambung.
Mengisap permen jahe atau mengonsumsi camilan ringan sebelum tidur cukup populer dilakukan. Pola ini bertujuan agar perut tidak berada dalam kondisi kosong terlalu lama di malam hari.
Kapan Harus Menghubungi Tenaga Kesehatan
Kabar baiknya, bagi banyak orang kondisi ini mulai membaik setelah usia kehamilan memasuki 12 sampai 14 minggu. Saat rasa mual mulai berkurang, tubuh biasanya terasa jauh lebih segar dan nyaman menjalani aktivitas.
Namun, jika mual dan muntah membuat tubuh sama sekali tidak bisa menerima makanan atau minuman, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Jika kamu benar-benar tidak bisa menahan makanan apa pun, segera temui tenaga kesehatan, karena kamu berisiko mengalami malnutrisi atau dehidrasi.
Dalam beberapa kasus, tenaga kesehatan mungkin menyarankan vitamin B6, obat tertentu, atau penanganan medis lain untuk membantu mengontrol gejala agar kondisi tubuh tetap stabil selama kehamilan.