Kementerian Pertanian mengumumkan stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini telah menembus angka 5,47 juta ton. Informasi tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026).
Volume ketersediaan pangan nasional tersebut merujuk pada catatan resmi Perum Bulog selaku badan usaha milik negara yang memegang mandat penyerapan gabah dan beras petani. Akumulasi simpanan komoditas pokok ini diklaim menjadi yang terbesar dalam sejarah penyerapan pangan nasional, sebagaimana dilansir dari Money.
"Cadangan beras sampai dengan 18 Mei mencapai 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," kata Mas Dar.
Pihak otoritas pertanian melaporkan bahwa realisasi pengadaan beras domestik oleh Bulog sepanjang tahun 2026 telah menyentuh angka 2,8 juta ton. Capaian tersebut setara dengan 70 persen dari keseluruhan target penyerapan tahunan yang dibebankan oleh pemerintah sebesar 4 juta ton.
Kementerian Pertanian memproyeksikan total pengadaan beras mampu menyentuh angka 3,3 juta ton atau setara 82 persen dari target tahunan menjelang penutupan paruh pertama tahun ini.
"Angka ini (proyeksi semester I) naik 25,54 persen dari realisasi tahun sebelumnya, yaitu 2,65 juta ton,ÔÇØ ujar Mas Dar.
Optimisme pencapaian target total dipengaruhi oleh potensi panen raya yang mencakup area seluas 929 ribu hektar pada bulan Mei, disusul proyeksi lahan panen seluas 841 ribu hektar pada bulan Juni. Pemerintah meyakini kinerja pengadaan komoditas pangan pada paruh kedua tahun ini akan berjalan lancar guna melengkapi kuota batasan instruksi.
"Pada Juli hingga Desember, target pengadaan sebesar 670 ribu ton, atau naik 24,16 persen dari tahun sebelumnya," kata dia.