Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan pendataan terhadap keluarga korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran bantuan dan dukungan bagi para keluarga yang terdampak musibah tersebut sesuai arahan Presiden.
Proses administrasi dan pendataan saat ini tengah berlangsung, termasuk koordinasi terkait asuransi yang akan disalurkan oleh PT Jasa Raharja. Dilansir dari Money, pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada seluruh korban kecelakaan tersebut.
"Secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja. Saya kira pemerintah sebagaimana arahan Presiden akan memberikan dukungan penuh bagi korban. Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka," jelas Gus Ipul, Menteri Sosial.
Kementerian Sosial akan melakukan asesmen mendalam untuk menentukan jenis bantuan yang tepat bagi keluarga korban. Fokus utama program ini mencakup pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial lainnya yang dinilai perlu diberikan pascainsiden.
"Nanti kita akan asesmen dan hasilnya akan kita tindak lanjuti dengan dukungan-dukungan program. Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban," jelas Gus Ipul.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui tim Pusdokkes Polri telah merampungkan proses identifikasi terhadap sepuluh jenazah korban meninggal dunia. Prosedur identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data primer dan sekunder milik korban.
ÔÇ£Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,ÔÇØ ujar Nyoman, Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama.
Sepuluh korban yang telah teridentifikasi mayoritas berasal dari wilayah Bekasi dan sekitarnya, serta satu orang dari Jambi. Saat ini, seluruh jenazah masih berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses pemulangan ke pihak keluarga.
| Nama Korban | Usia | Domisili |
|---|---|---|
| Anita Sari | 31 | Cikarang Barat, Bekasi |
| Harum Anjasari | 27 | Cipayung, Jakarta Timur |
| Nur Alimantun Citra Lestari | 19 | Pasar Jambi |
| Faridha Utami | 50 | Cibitung, Bekasi |
| Fika Aknia Pratiwi | 23 | Cikarang Barat |
| Ida Nuraida | 48 | Cibitung, Bekasi |
| Gita Septia Wardani | 20 | Cibitung, Bekasi |
| Fatmawati Rahmayani | 29 | Bekasi Selatan, Kota Bekasi |
| Rinjani Novitasari | 25 | Tambun Selatan, Bekasi |
| Nur Ainia Eka Rahmadhynna | 32 | Tambun Selatan, Kota Bekasi |