Kemenpar Targetkan Pendapatan Sektor MICE Naik 15 Persen

Kemenpar Targetkan Pendapatan Sektor MICE Naik 15 Persen
Foto: Ilustrasi Kemenpar Targetkan Pendapatan Sektor MICE Naik 15 Persen.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan peningkatan pendapatan negara dari sektor Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) sebesar 15 persen pada 2029. Industri pariwisata nasional saat ini ditopang oleh tiga portofolio utama, dengan sektor penyelenggaraan kegiatan menyumbang kontribusi terkecil dibandingkan wisata budaya dan alam.

Target kenaikan ini dilakukan guna memperkuat struktur penerimaan negara dari sektor pariwisata, seperti dilansir dari Media Indonesia. Saat ini, wisata budaya masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 60 persen, disusul oleh wisata alam sebesar 30 persen, sedangkan sektor penyelenggaraan kegiatan baru mencapai 10 persen.

Capaian sektor penyelenggaraan kegiatan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-37 secara global dan posisi ke-4 di tingkat Asia Tenggara. Upaya mendongkrak posisi tersebut akan difokuskan pada peningkatan jumlah pelaksanaan kegiatan MICE di dalam negeri secara berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas dampak ekonomi dari sektor ini.

"Jadi kita inginkan supaya kontribusi dari MICE terhadap devisa ini semakin besar, sehingga nanti suatu saat itu kontribusinya bukan lagi 10 persen. Itu bisa jadi 15 persen. Kami juga ingin memperbanyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui penguatan industri MICE," kata Vinsensius.

Di sisi lain, laporan Indonesia Tourism Outlook 2025 2026 dari Bank Indonesia memproyeksikan industri MICE akan terus berkembang lewat penerapan standar internasional. Sektor ini nantinya ditunjang oleh pemenuhan standar teknis baku terkait kenyamanan penonton, efisiensi operasional, akses transportasi, serta manajemen risiko.

Perkembangan pasar domestik kini menarik minat para pelaku industri pameran global untuk melakukan ekspansi melalui skema perusahaan patungan dengan mitra lokal. Salah satunya adalah langkah Koelnmesse, perusahaan asal Jerman, yang membentuk PT Nine Koeln Indonesia bersama Amara Pameran Internasional.

Kolaborasi strategis kedua perusahaan ini telah berjalan melalui sejumlah rangkaian pameran dagang berskala internasional sejak beberapa tahun lalu. Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan pameran kedokteran gigi, industri furnitur, desain interior, hingga peranti keras di Indonesia.

Kemitraan ini dipastikan terus berlanjut pada tahun 2026 melalui pelaksanaan empat pameran besar sektor industri kayu dan furnitur yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September. Tiga pameran di antaranya akan digelar serentak pada 24-27 September 2026, sementara satu pameran lainnya dilaksanakan pada 23-26 September 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi