Kemenkop Hadirkan Kopdes Merah Putih untuk Berantas Rentenir

Kemenkop Hadirkan Kopdes Merah Putih untuk Berantas Rentenir
Foto: Ilustrasi Kemenkop Hadirkan Kopdes Merah Putih untuk Berantas Rentenir.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih untuk membebaskan masyarakat dari cengkeraman rentenir dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Langkah nyata dilakukan lewat penyediaan pembiayaan ultra mikro berbunga rendah sebesar 6%.

Program strategis ini, dikutip dari Investortrust, akan disalurkan melalui lembaga keuangan mikro yang dikelola langsung oleh unit Kopdes Merah Putih di setiap wilayah perdesaan.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa kehadiran unit ini menjadi opsi finansial yang aman dan rasional bagi warga setempat agar terhindar dari ekosistem keuangan informal yang merugikan.

"Ini adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya," ujarnya usai acara Halalbihalal di kantor Kemenkop, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Keberadaan lembaga keuangan mikro di tingkat desa ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan modal secara cepat, spesifik, dan terjangkau. Keberhasilan program Kopdes Merah Putih ini nantinya akan diukur berdasarkan tiga pilar utama.

"Yang pertama bisa menjual barang dengan harga yang lebih murah, kedua bisa membantu pembiayaan dari kegiatan lembaga keuangan mikro dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah, dan kemudian juga bisa menyerap hasil produk masyarakat desa," jelasnya.

Guna mematangkan regulasi tersebut, jajaran pimpinan Kemenkop akan segera menggelar rapat koordinasi teknis terkait peran koperasi sebagai penyalur pembiayaan sekaligus penyerap produk atau off-taker. Skema ini dirancang demi memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani dan komoditas pelaku usaha desa.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menambahkan bahwa momentum pasca-libur Lebaran menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh jajaran kementerian dalam mengoperasikan program tersebut secara luas.

"Ini adalah momentum yang tepat untuk kita memulai semangat baru lagi menyambut tahapan kerja operasionalisasi. Kita yakin ini bisa berjalan dengan baik, maksimal, dan optimal," pungkas Farida.

Artikel terkait

Rekomendasi