Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat pengawasan anggaran setelah menemukan celah sistem dalam pengadaan 25 ribu unit sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan ini diambil guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran.
Dilansir dari Suara, pengakuan tersebut muncul menyusul adanya temuan kebobolan pada sistem milik Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Purbaya menyatakan bahwa usulan pengadaan kendaraan operasional tersebut awalnya telah diputuskan untuk ditolak sebelum akhirnya lolos melalui celah teknis.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan kronologi masuknya anggaran tersebut dalam sistem internal kementerian. Menurutnya, kegagalan penyaringan otomatis menjadi penyebab utama anggaran puluhan ribu motor listrik tersebut dapat terakomodasi.
"Menkeu Purbaya bercerita kalau pengadaan motor listrik BGN sebelumnya sempat ditolak. Namun itu bisa lolos karena adanya celah di software milik Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu)." kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Selain isu anggaran, sektor kendaraan listrik di Jakarta mendapatkan dukungan melalui keberlanjutan insentif pajak nol persen dan pembebasan aturan ganjil genap bagi pemilik mobil listrik. Asosiasi Ekosistem Kendaraan Listrik (AEML) menilai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini sangat krusial dalam mempercepat adopsi transportasi ramah lingkungan di wilayah ibu kota.
Sementara itu di pasar kendaraan roda dua, motor pabrikan Eropa mulai merambah segmen entry-level untuk bersaing dengan model populer seperti Honda CBR150R dan Yamaha R15. Produk asal Benua Biru ini dilaporkan menawarkan spesifikasi kompetitif dengan harga yang lebih terjangkau di pasar internasional, khususnya India.
Bagi konsumen dengan anggaran terbatas, terdapat pula rekomendasi enam jenis mobil bekas yang dinilai efisien dalam penggunaan bahan bakar serta memiliki dimensi lincah. Kendaraan ini menyasar pasangan muda yang tinggal di kawasan pemukiman padat dengan akses jalan yang sempit.