Kemenkes Dalami Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah

Kemenkes Dalami Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah
Foto: Ilustrasi Kemenkes Dalami Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mendalami laporan terkait dugaan malpraktik yang melibatkan RS Muhammadiyah Sumatera Utara (Sumut) di Jakarta pada Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil merespons keluhan pasien yang mengeklaim menjalani prosedur pengangkatan rahim tanpa persetujuan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi mengenai insiden yang menimpa pasien bernama Mimi Maisyarah tersebut. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Health, Kemenkes akan melakukan evaluasi berdasarkan pedoman klinis yang berlaku.

"Kita sedang dalami, nanti kita evaluasi, aturannya sudah ada, panduan peran dan kliniknya ada, ya nanti kalau ada malpraktik kita akan tindaklanjuti secara proporsional," ungkap Wamenkes Dante, pada awak media di Kantor Kemenkes, Kamis (23/4/2026).

Dante juga memastikan bahwa berkas pengaduan terkait dugaan tindakan medis di luar prosedur tersebut sudah sampai ke tangan otoritas kesehatan pusat.

"Sudah sampai ya (laporannya)," sambungnya.

Kasus ini bermula saat Mimi Maisyarah (48), seorang pasien asal Medan, menduga dirinya menjadi korban malpraktik setelah menjalani operasi di rumah sakit tersebut. Namun, manajemen RS Muhammadiyah Sumut memberikan klarifikasi bahwa tindakan medis yang diambil didasari oleh kondisi kesehatan pasien yang menderita miom.

Kepala Bagian Umum RS Muhammadiyah Sumut, Ibrahim Nainggolan menjelaskan bahwa pada pertemuan awal, pasien sempat menunda operasi karena mengetahui risiko pengangkatan rahim. Ia menegaskan bahwa pada kunjungan berikutnya, pasien telah memberikan persetujuannya.

"Dia (pasien) menyatakan bersedia. Karena dia sudah menyatakan bersedia, seluruh, kemudian dilakukanlah pertemuan ketiga untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk semua administrasi dan langkah-langkah," kata Ibrahim dalam keterangannya dikutip dari 20detik.

Artikel terkait

Rekomendasi