Kemenhub Panggil Manajemen Xanh SM Buntut Kecelakaan KRL di Bekasi

Kemenhub Panggil Manajemen Xanh SM Buntut Kecelakaan KRL di Bekasi
Foto: Ilustrasi Kemenhub Panggil Manajemen Xanh SM Buntut Kecelakaan KRL di Bekasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, memanggil manajemen Xanh SM ke Kantor Pusat Kemenhub pada Selasa, 28 April 2026, menyusul kecelakaan fatal antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi sehari sebelumnya.

Pemanggilan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional perusahaan taksi listrik tersebut setelah salah satu armadanya mogok di perlintasan sebidang dan memicu tabrakan beruntun kereta api pada Senin, 27 April 2026. Dilansir dari Money, insiden tragis ini telah mengakibatkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia.

Aan Suhanan menyatakan bahwa kementerian telah membentuk tim khusus guna menginvestigasi segala aspek legalitas dan prosedur keselamatan yang dijalankan oleh operator taksi asal Vietnam tersebut.

"Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum," kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

Aan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil karena menyangkut keselamatan publik yang tidak bisa ditawar dalam operasional angkutan umum di Indonesia.

"Karena prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan," lanjut Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

Berdasarkan pengecekan pada aplikasi Siprajab, taksi bernomor polisi B 2864 SBX itu sebenarnya memiliki izin operasional reguler di wilayah Jabodetabek yang berlaku hingga Oktober 2026. Perusahaan juga telah mengantongi sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) selama lima tahun.

"Selanjutnya, kami akan mengaudit kembali elemen-elemen standar manajemen keselamatan yang wajib dipenuhi perusahaan angkutan umum," jelas Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

Pemeriksaan mendalam akan menyasar pada implementasi prosedur di lapangan, terutama terkait kesiapan pengemudi dan keandalan sistem teknis kendaraan listrik yang digunakan.

"Jadi kami akan melihat kembali bagaimana standar manajemen keselamatan dijalankan di lapangan oleh perusahaan ini, termasuk juga kewajiban perusahaan dalam memastikan kendaraan, pengemudi, dan sistem operasionalnya memenuhi aspek keselamatan," lanjut Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

Kemenhub juga membuka peluang pemberian sanksi administratif berat jika ditemukan bukti pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 dan PM 117 Tahun 2018.

"Kami akan melihat apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum, maka sanksi administrasi akan diberikan secara proporsional sesuai aturan yang ada," kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

Hingga saat ini, proses investigasi masih terus berjalan untuk menentukan derajat keterlibatan dan tanggung jawab perusahaan dalam kecelakaan hebat tersebut.

"Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya," tegas Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

Di sisi lain, pihak manajemen Green SM Indonesia menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas terkait dan menyerahkan data-data yang diperlukan guna mendukung proses penyelidikan.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata manajemen Green SM.

Pihak perusahaan menekankan komitmen mereka terhadap standar keamanan meskipun insiden ini mendapat sorotan tajam dari masyarakat di media sosial.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjut manajemen Green SM.

Publik menyoroti kendala teknis kendaraan dan prosedur darurat yang dianggap tidak memadai saat mobil mengalami mogok di atas rel kereta api.

"Drivernya gak bener, mesin/sistem mobilnya bapuk, dan SOP perusahaannya gak fleksibel buat bergerak di keadaan genting. Ini kacau banget sih Green SM," kata Fahmi, pemilik akun X.

Kritik juga datang terkait dampak sistemik yang ditimbulkan terhadap jadwal perjalanan kereta api dan kelalaian penyampaian informasi darurat kepada masinis kereta jarak jauh.

"Semua karena taksi Green SM mogok di rel dan akhirnya tertabrak kereta. KRL dari lawan arah yang seharusnya berangkat tertunda karena kecelakaan ini. Karena jarak antar kereta yang padat dan informasi kecelakaan yang belum sampai ke masinis KA Argo Bromo Anggrek karena kecelakaan," ujar Rizky, pemilik akun X.

Menanggapi duka yang menyelimuti para korban, manajemen perusahaan akhirnya menyampaikan pernyataan resmi melalui platform media sosial mereka setelah sempat membatasi akses komentar.

"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," ujar manajemen Green SM.

Pihak Green SM tetap mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil investigasi resmi dari instansi berwenang sebelum menarik kesimpulan akhir.

"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," lanjut manajemen Green SM.

Artikel terkait

Rekomendasi