Kemenhub Evaluasi Taksi Green SM Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

Kemenhub Evaluasi Taksi Green SM Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Foto: Ilustrasi Kemenhub Evaluasi Taksi Green SM Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi.

Kementerian Perhubungan akan memanggil pengelola taksi Green SM guna melakukan evaluasi mendalam pasca-insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Peristiwa maut yang menelan 14 korban jiwa tersebut terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada titik KM 28+920.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk segera menjadwalkan pertemuan dengan pihak pengelola armada taksi tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah dalam menyikapi keterlibatan armada transportasi darat dalam kecelakaan fatal di perlintasan kereta.

"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut (Green SM) untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," ucap Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, di Stasiun Bekasi Timur.

Mengenai detail kronologi dan penyebab pasti benturan dua rangkaian kereta tersebut, pemerintah masih menunggu proses pemeriksaan resmi. Dilansir dari Megapolitan, investigasi teknis saat ini tengah dijalankan oleh lembaga berwenang.

"Nanti kita tunggu. Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT," ucap Dudy Purwagandhi.

Dudy menegaskan bahwa peninjauan ulang terhadap prosedur keselamatan transportasi umum merupakan standar wajib yang dilakukan setiap kali terjadi kecelakaan menonjol. Hal ini bertujuan untuk mencegah pengulangan kejadian serupa di masa mendatang.

"Ya, sehingga harapannya bahwa kita belajar dari apa yang terjadi dan kita memperbaiki ke depannya," ungkap Dudy Purwagandhi.

Data terkini mencatat 14 penumpang KRL meninggal dunia hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban tewas telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, sedangkan korban luka mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan Cibitung.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah mengamankan barang-barang milik penumpang di lokasi kejadian melalui layanan lost and found. KAI bekerja sama dengan kepolisian untuk proses identifikasi barang dan menyediakan posko informasi darurat bagi keluarga korban di Stasiun Bekasi Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi