Kemendag Dorong Ekspor UMKM di Tengah Pelemahan Rupiah

Kemendag Dorong Ekspor UMKM di Tengah Pelemahan Rupiah
Foto: Ilustrasi Kemendag Dorong Ekspor UMKM di Tengah Pelemahan Rupiah.

Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagai momentum meningkatkan ekspor produk lokal ke pasar internasional pada Jumat (22/5/2026).

Peluang peningkatan ekspor tersebut didorong oleh penguatan daya saing harga produk Indonesia yang menjadi lebih kompetitif di pasar global akibat kondisi kurs saat ini, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria menjelaskan bahwa situasi penurunan nilai mata uang domestik secara teori memberikan keuntungan tersendiri bagi harga jual barang ekspor asal Indonesia.

"Secara teoritis kan memang dengan pelemahan rupiah, seharusnya harga barang kita itu harusnya lebih bersaing," ungkap Ari Satria, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag.

Kendati demikian, penyesuaian volume ekspor akibat fluktuasi nilai tukar ini tidak dapat terjadi secara instan karena dinamika kurs tersebut baru saja berlangsung serta belum dapat dipastikan durasinya.

"Mungkin kalau teman-teman melakukan kegiatan ekspor, mungkin dua bulan, tiga bulan ke depan baru bisa kelihatan dampaknya. Apakah memang punya pengaruh," papar Ari Satria, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag.

Potensi ekspansi pasar yang paling besar berada pada sektor UMKM dengan pemanfaatan bahan baku lokal sepenuhnya, seperti industri kain tenun yang kebal dari lonjakan biaya impor dan kini telah menjangkau pasar Amerika Serikat hingga Asia.

"Kalau 100% lokal, mungkin harusnya bisa dikembangkan lagi ke depan," tutup Ari Satria, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag.

Artikel terkait

Rekomendasi