Kemenag Pindahkan Santri Ndolo Kusumo Imbas Kasus Kekerasan Seksual

Kemenag Pindahkan Santri Ndolo Kusumo Imbas Kasus Kekerasan Seksual
Foto: Ilustrasi Kemenag Pindahkan Santri Ndolo Kusumo Imbas Kasus Kekerasan Seksual.

Kementerian Agama menjamin keberlangsungan pendidikan ratusan santri Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, dengan memfasilitasi kepindahan ke lembaga pendidikan lain pada Senin (4/5/2026). Langkah ini diambil menyusul proses hukum dugaan kekerasan seksual yang tengah ditangani kepolisian di pondok pesantren tersebut.

Pemerintah menetapkan hak pendidikan para santri sebagai prioritas utama di tengah penanganan kasus hukum. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, Kemenag telah menghentikan sementara pendaftaran santri baru dan segera mencabut izin operasional (Ijop) lembaga tersebut sebagai bentuk tindakan tegas.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, memberikan penegasan mengenai komitmen pemerintah dalam mengawal kasus ini di Jakarta. Pihaknya memastikan proses pemindahan akan dilakukan ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Pati.

"Pendidikan para santri Ndolo Kusumo harus terus berlanjut. Kita akan pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati," ujar Basnang Said, Direktur Pesantren Kemenag.

Data Kemenag mencatat total terdapat 252 santri yang terdampak, yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari tingkat kanak-kanak hingga menengah atas. Sebagai penanganan awal, seluruh santri yang bermukim telah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 hingga 3 Mei 2026.

Data Santri Pesantren Ndolo Kusumo
Jenjang PendidikanJumlah Santri
Raudlatul Athfal4 orang
Madrasah Ibtidaiyah89 orang
Tingkat SMP91 orang
Madrasah Aliyah50 orang
Non-Formal8 orang

Kemenag Kabupaten Pati telah mengidentifikasi enam lembaga pendidikan sebagai tujuan pemindahan para santri. Sekolah tersebut meliputi MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil.

Proses mutasi tidak hanya menyasar para santri, tetapi juga mencakup tenaga pendidik dan kependidikan yang akan dialihkan ke madrasah binaan Kemenag atau Dinas Pendidikan setempat. Koordinasi terus diperkuat bersama Kanwil Kemenag Jawa Tengah dan Rabithah MaÔÇÖahid Islamiyah guna memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pihak terdampak.

Artikel terkait

Rekomendasi