Gus Ipul Pastikan 453 Siswa Sekolah Rakyat Lulus Tahun 2026

Gus Ipul Pastikan 453 Siswa Sekolah Rakyat Lulus Tahun 2026
Foto: Ilustrasi Gus Ipul Pastikan 453 Siswa Sekolah Rakyat Lulus Tahun 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan sebanyak 453 siswa Sekolah Rakyat dijadwalkan lulus pada tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan dalam agenda Satu Tahun Sekolah Rakyat di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 April 2026, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Keputusan untuk meluluskan ratusan siswa tersebut diambil setelah operasional Sekolah Rakyat berjalan hampir satu tahun. Berdasarkan hasil evaluasi, para peserta didik dinilai telah mengikuti proses pembelajaran dengan sangat baik dan memenuhi syarat untuk naik kelas atau menyelesaikan jenjang pendidikan mereka.

"Insya Allah ada 453 siswa lulus di tahun 2026. Karena kita anggap usianya sudah cukup dan kedua menurut laporan para guru, ini sudah memiliki kemampuan untuk bisa mengikuti tes akhir semester di kelas 3 atau SMP maupun SD," ucap Gus Ipul, Menteri Sosial.

Pihak kementerian mencatat dari total siswa yang lulus, terdapat 11 orang yang berada di tingkat SMA. Mengenai rencana masa depan, separuh dari jumlah siswa SMA tersebut menyatakan keinginan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, sementara sisanya memilih untuk bekerja.

"Lima orang ingin kuliah, empat orang ingin bekerja dan jadi TNI, dua belum menentukan kuliah atau bekerja," ucap Gus Ipul, Menteri Sosial.

Gus Ipul menegaskan bahwa setiap individu di Sekolah Rakyat memiliki capaian prestasi yang beragam. Bidang-bidang yang dikuasai para siswa mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), ilmu sosial, bahasa, hingga sektor seni dan olahraga.

Pemerintah telah menyiapkan dua jalur utama bagi para lulusan sesuai dengan instruksi Presiden. Bagi lulusan yang memiliki potensi akademik tinggi, Kementerian Sosial akan memberikan pendampingan agar mereka dapat menembus perguruan tinggi negeri maupun institusi ternama lainnya.

"Bagi yang ingin kuliah akan kita kawal sampai dia bisa kuliah, baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun di perguruan-perguruan tinggi ternama," tutur Gus Ipul, Menteri Sosial.

Langkah koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Tenaga Kerja serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran untuk memfasilitasi lulusan yang ingin menjadi tenaga kerja terampil. Siswa lulusan SMP yang berprestasi juga akan didorong untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda.

"Bagi yang pintar-pintar, lulus SMP akan kita dorong untuk bisa masuk Sekolah Garuda. Intinya seperti yang disampaikan tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang nanti katakanlah menganggur, tidak sanggup menjadi agen perubahan," jelas Gus Ipul, Menteri Sosial.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak personal bagi para siswa, tetapi juga menjadi titik balik kesejahteraan bagi keluarga mereka. Gus Ipul memproyeksikan Sekolah Rakyat sebagai instrumen untuk memulihkan harapan dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

"Kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah. Saat harapan tidak lagi diwariskan sebagai masa lalu, melainkan disiapkan sebagai masa depan," kata Gus Ipul, Menteri Sosial.

Artikel terkait

Rekomendasi