Keluarga Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Pindahkan Perawatan

Keluarga Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Pindahkan Perawatan
Foto: Ilustrasi Keluarga Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Pindahkan Perawatan.

Seorang penumpang KRL bernama Afna Regita (29) menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL jurusan Cikarang pada Senin malam. Peristiwa tragis di wilayah Bekasi tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius pada bagian kepala dan wajah hingga memerlukan tindakan operasi.

Dilansir dari Megapolitan, data terkini menunjukkan insiden maut tersebut melibatkan total 106 korban, dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi dilaporkan selamat dalam kejadian ini.

Rahmat (46), orangtua Afna, menjelaskan bahwa putrinya sedang menuju Bekasi untuk urusan pekerjaan saat kecelakaan terjadi. Afna diketahui sempat tertidur di dalam gerbong sesaat sebelum benturan keras menghantam rangkaian kereta yang ditumpanginya.

"Dia bilang, pas kejadian yang lain itu pada berdiri karena kepo (ingin tahu). Tapi kalau anak saya merem (tidur) sebentar. Enggak lama langsung ada tubrukan itu," ujar Rahmat, ayah korban.

Setelah benturan terjadi, Afna ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka robek di wajah. Tim medis di RSUD Kota Bekasi langsung melakukan tindakan bedah untuk menangani cedera tersebut tak lama setelah korban dievakuasi dari lokasi kejadian.

"Pas di sini langsung dioperasi. Ada sekitar 20 jahitan di bagian kepala dan wajah. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik," kata Rahmat.

Rahmat menambahkan bahwa koordinasi mengenai biaya perawatan telah diselesaikan melalui jaminan asuransi sosial. Meskipun kondisi fisik berangsur pulih, pihak keluarga mengonfirmasi adanya dampak psikologis yang dialami korban setelah melewati masa kritis di ruang operasi.

"Dia belum terlalu sadar ya karena habis operasi. Jadi belum bicara banyak sama sekali," kata Rahmat.

Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Afna keluar dari RSUD Kota Bekasi guna melanjutkan pemulihan di fasilitas kesehatan lain. Rahmat memilih Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan, sebagai lokasi perawatan lanjutan dengan pertimbangan aksesibilitas bagi anggota keluarga.

"Atas kemauan saya sendiri. Karena saya kerja juga, capek kalau bolak-balik ke sini. Jadi ini bukan karena rujukan, tapi keputusan saya sebagai orangtua," ujar Rahmat.

Para korban luka lainnya saat ini tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RS Bella Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga. Seluruh biaya pengobatan para korban dalam kecelakaan nomor PLB 5568A ini dipastikan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Jasa Raharja.

Artikel terkait

Rekomendasi