Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Sempat Duga Modus Penipuan

Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Sempat Duga Modus Penipuan
Foto: Ilustrasi Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Sempat Duga Modus Penipuan.

Sejumlah keluarga korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam sempat mengabaikan informasi kejadian karena menduga pesan tersebut merupakan modus penipuan untuk pemerasan.

Insiden maut yang melibatkan KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek ini mengakibatkan 15 orang meninggal dunia serta 84 lainnya luka-luka, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Yuli, salah satu kerabat korban bernama Susan (30), menjelaskan bahwa ibunda korban awalnya merasa ragu untuk merespons panggilan telepon beruntun dari nomor yang tidak dikenal karena mengkhawatirkan adanya tindak kriminal.

"Tahunya pas kejadian itu ditelfonin terus karena ibunya merasa nomor asing nggak kenal, dia jadi 'ah nggak ah takut'. Terus ada WA: 'Ibu anaknya kecelakaan', karena dikiranya penipuan kan," ungkap Yuli, kerabat korban.

Ketakutan pihak keluarga didasari oleh banyaknya kabar bohong atau hoaks yang sering beredar dengan motif meminta sejumlah uang kepada orang tua yang sedang panik.

"Biasa kan suka ada WA-WA yang gitu ya, hoaks gitu yang minta uang. 'Bu anak kecelakaan' gitu, ujung-ujungnya minta uang," kata Yuli.

Kepastian mengenai kondisi korban baru didapatkan setelah sang kakak menerima bukti visual berupa foto Susan yang sudah dalam kondisi lemas di area peron stasiun.

"Dikirimin fotonya terus, 'Ya Allah', dikira sudah meninggal gitu dikira sudah meninggal. Karena posisi sudah tiduran, sudah digeletak di peron di bawah ya. Jadi sudah ketolong duluan dia," jelas Yuli.

Selain keluarga Susan, Yunis yang merupakan ibunda dari korban bernama Laili (27), juga sempat tidak mempercayai panggilan telepon langsung dari anaknya sesaat setelah kejadian berlangsung.

"Iya, langsung dia telepon saya gitu. Dia bilang 'Mama saya kecelakaan ditabrak kereta' tapi saya enggak percaya, saya suruh video call coba, takutnya penipuan kan. Tapi dia kirim foto, baru saya percaya," kata Yunis, ibunda Laili.

Kecelakaan ini terjadi pada pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 ketika KRL nomor PLB 5568A bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi.

Seluruh korban luka telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Mitra Plumbon, RS Bakti Kartini, RS Siloam, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi.

Artikel terkait

Rekomendasi