Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta resmi menahan tiga petinggi PT Lunaria Annua Teknologi atau KoinWorks pada Rabu (6/5/2026) atas dugaan korupsi penyaluran kredit. Kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp600 miliar ini mencuat akibat manipulasi dokumen agunan oleh para tersangka.
Sebagaimana dilansir dari Suara, para tersangka yang ditahan adalah Direktur Operasional BAA, mantan Direktur Utama periode 2015-2022 BH, serta Direktur Utama saat ini JB. Ketiganya diduga melanggar prosedur pembiayaan dengan tetap memaksakan penyaluran dana meskipun hasil analisis internal menunjukkan risiko tinggi pada calon nasabah.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jakarta, Dapot Sariarma, menjelaskan bahwa inti dari perkara ini berkaitan dengan pengabaian prinsip kehati-hatian perbankan. Para tersangka disinyalir menggunakan faktur tagihan yang dimanipulasi agar terlihat sah sebagai jaminan di mata penyedia dana.
ÔÇ£Penyaluran pembiayaan diberikan kepada beberapa nasabah dengan cara memanipulasi agunan berupa invoice dan tidak melakukan penutupan asuransi,ÔÇØ katanya Dapot Sariarma, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jakarta.
Merespons tindakan hukum tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. BRI menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pihak penyidik demi memperjelas seluruh duduk perkara yang melibatkan mitra fintech tersebut.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa perseroan menghormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap manajemen PT Lunaria Annua Teknologi. BRI akan memastikan transparansi data yang diperlukan dalam proses penyidikan ini.
ÔÇ£BRI menghormati dan mendukung proses penegakan hukum yang tengah berjalan di Kejati DKI. Tentu saja, perseroan akan bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan yang berlaku,ÔÇØ ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.
Manajemen BRI menyatakan bahwa implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau GCG dilakukan melalui protokol operasional yang disiplin. Pengawasan ketat diterapkan pada seluruh unit kerja guna memitigasi risiko operasional, terutama dalam kerja sama dengan entitas luar.
Dhanny menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya melindungi dana nasabah dan menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah transformasi digital yang masif.
ÔÇ£Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik, BRI terus memperkuat sistem pengawasan dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis,ÔÇØ imbuh Dhanny, Corporate Secretary BRI.
Guna mencegah terulangnya praktik manipulasi dokumen, BRI kini memperketat verifikasi berlapis dan audit berkala terhadap penyaluran kredit. Sistem manajemen risiko yang ditingkatkan mencakup validasi usaha mitra dan analisis kelayakan yang lebih mendalam sebelum dana disalurkan.