Kejaksaan Agung Pamerkan Mobil Mewah Sitaan Kasus Timah

Kejaksaan Agung Pamerkan Mobil Mewah Sitaan Kasus Timah
Foto: Ilustrasi Kejaksaan Agung Pamerkan Mobil Mewah Sitaan Kasus Timah.

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung memamerkan deretan mobil mewah milik tersangka Harvey Moeis dalam acara BPA Fair 2026 di Kantor BPA Kejaksaan Agung, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/5/2026).

Pameran yang berlangsung selama empat hari sejak 18 hingga 21 Mei 2026 tersebut menjadi wadah pelelangan berbagai barang rampasan negara hasil penanganan perkara hukum. Sebanyak 308 aset yang terbagi ke dalam 245 lot ditawarkan kepada publik, meliputi kendaraan premium, properti, hingga barang elektronik berharga ekonomi tinggi.

Walaupun mengundang perhatian besar dari para pengunjung, kendaraan super milik suami aktris Sandra Dewi tersebut belum dapat ditawar oleh peserta lelang karena statusnya yang masih dalam tahap persiapan. Dilansir dari Otomotif, kendaraan-kendaraan premium tersebut saat ini sedang melewati proses penilaian formal.

"Iya masih coming soon, akan, tapi belum dilelang saat ini. Masih penaksiran," kata petugas penjaga di Gedung BPA Kejaksaan Agung, Ragunan, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kendaraan yang disita merupakan model premium berspesifikasi tinggi dan tergolong langka di pasar otomotif. Beberapa unit yang terpajang di antaranya adalah Ferrari 360 Modena Challenge Stradale, Porsche 911 Speedster, MINI Cooper Countryman, Mercedes-Benz SLS AMG, Porsche Cayman GT4 RS, serta Ferrari 458 Speciale.

Penegakan hukum terhadap Harvey Moeis sendiri bermula pada awal tahun 2024 saat pihak kejaksaan menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022. Langkah hukum lanjutan kemudian dilakukan dengan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka pada Maret 2024.

Penyitaan aset-aset bernilai tinggi ini dilakukan oleh tim penyidik karena diduga kuat memiliki keterkaitan erat dengan tindak pidana yang sedang diusut. Perkara korupsi komoditas timah ini terus menyita perhatian khalayak luas akibat estimasi nilai kerugian negara yang masif serta keterlibatan jaringan pelaku dari korporasi dan sektor swasta.

Artikel terkait

Rekomendasi