Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Tewaskan 16 Orang

Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Tewaskan 16 Orang
Foto: Ilustrasi Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Tewaskan 16 Orang.

Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai Gita, mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang dalam perjalanan menuju kediamannya.

Peristiwa tragis ini bermula saat Gita menumpangi gerbong khusus wanita dalam perjalanan pulang. Dilansir dari Suara, korban sempat mengirimkan pesan singkat kepada ayahnya sepuluh menit sebelum kecelakaan terjadi untuk mengabarkan posisi terakhirnya di kereta.

"Pak, 10 menit lagi saya sampai Cibitung." tulis Gita, korban mahasiswa.

Pesan tersebut menjadi komunikasi terakhir karena korban tidak pernah sampai di Stasiun Cibitung, tempat ayahnya sudah menunggu. Petugas evakuasi menemukan barang-barang pribadi milik korban, termasuk telepon genggam dan dompet di dalam tas yang masih utuh di lokasi kejadian.

Gita merupakan mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi di sebuah universitas swasta yang dikenal hangat oleh lingkungan sekitarnya. Teman dan kerabat mengenang sosoknya melalui pesan-pesan berisi harapan masa depan yang pernah ia kirimkan semasa hidup.

"Gue masih mau hidup kok, masih pengen jalan-jalan ke Anfield nonton Liverpool di sana." kata Gita, dalam pesan yang beredar di kalangan kerabat.

Impian Gita mencakup keinginan untuk mengunjungi berbagai tempat di luar negeri dan menyaksikan ajang olahraga internasional secara langsung. Keinginan tersebut ia tuangkan dalam sebuah pesan singkat yang kini menjadi kenangan bagi pihak keluarga.

"Pengen nonton MotoGP langsung, pengen ke Switzerland, pengen nonton konser Kpop di Jepang." tulis Gita, dalam pesan singkatnya.

Pihak keluarga sempat melakukan pencarian ke RSUD Kota Bekasi setelah korban kehilangan kontak pada malam kejadian. Rajihun (63), kakek korban, mendatangi rumah sakit pada Selasa, 28 April 2026, guna memastikan kondisi cucunya di tengah proses identifikasi para korban.

Data terbaru mencatat nama Gita masuk dalam daftar 15 korban jiwa lainnya yang berhasil dievakuasi setelah seluruh proses penanganan di tempat kejadian perkara dinyatakan selesai. Saat ini, seluruh jenazah korban kecelakaan tersebut telah ditangani oleh tim medis di RSUD Kota Bekasi.

Artikel terkait

Rekomendasi