Insiden maut melibatkan KRL relasi BekasiÔÇôJakarta dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan lima penumpang meninggal dunia serta 79 orang lainnya mengalami luka-luka. Dilansir dari Detik Travel, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek sebanyak 240 orang dinyatakan selamat.
Data terbaru hingga Selasa pagi menunjukkan puluhan korban luka telah dievakuasi ke sembilan rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Dampak tabrakan hebat ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang gerbong KRL, khususnya pada area gerbong khusus perempuan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa proses penanganan terhadap para korban masih terus berlangsung di lapangan. Pihaknya mencatat masih terdapat beberapa korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta saat proses evakuasi dilakukan.
ÔÇ£Perlu kami sampaikan update dari korban, pada saat ini meninggal dunia ada lima. Kemudian yang masih terperangkap itu ada sekitar tiga. Dan yang sudah observasi ke rumah sakit itu berjumlah 79,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pihak manajemen KAI juga segera mengaktifkan pusat koordinasi darurat di sekitar area kejadian guna mempercepat langkah penyelamatan dan bantuan bagi para korban. Posko ini menjadi titik pusat komunikasi bagi petugas gabungan di Stasiun Bekasi.
ÔÇ£Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat itu di Stasiun Bekasi ini,ÔÇØ lanjut Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Terkait kondisi jalur kereta, petugas berhasil menormalkan kembali lintasan hilir setelah melakukan pembersihan material pascakecelakaan. Operasional jalur tersebut mulai pulih pada dini hari pasca evakuasi unit kendaraan yang terlibat.
ÔÇ£Per jam 1.24 WIB, track kita yang di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi mengevakuasi mobil taksi bersama dengan KRL-nya yang tertemper oleh mobil taksi itu,ÔÇØ jelas Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Meskipun sebagian jalur sudah bisa dilintasi, otoritas kereta api memutuskan untuk menutup akses layanan penumpang di Stasiun Bekasi Timur sementara waktu. Kebijakan ini diambil guna memastikan kelancaran proses penanganan lanjutan di lokasi kejadian.
ÔÇ£Sampai waktu nanti kita tentukan, Stasiun Bekasi Timur ini akan kita tutup sementara untuk commuter line, sehingga nanti layanan itu hanya sampai di Bekasi saja,ÔÇØ tutup Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Perusahaan menyampaikan komitmen penuh dalam mendampingi para korban dan keluarga yang terdampak oleh peristiwa tragis di pelintasan stasiun tersebut. Koordinasi dengan pihak rumah sakit terus diperkuat untuk memastikan layanan medis terbaik.
ÔÇ£Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,ÔÇØ ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Kerusakan struktural paling berat terjadi pada lokomotif KA Argo Bromo yang menghantam gerbong belakang KRL, menyebabkan sejumlah akses keluar bagi penumpang tertutup material bangku dan badan kereta. Saat ini petugas teknis masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab pasti tabrakan tersebut.