Insiden tabrakan maut melibatkan KRL jurusan Cikarang bernomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920, pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. Peristiwa tragis ini mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal dunia hingga Selasa pagi.
Data jumlah korban jiwa tersebut dikonfirmasi berdasarkan perkembangan terbaru dari lokasi kejadian, seperti dilansir dari Megapolitan. Seluruh korban tewas kini telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi untuk penanganan lebih lanjut.
Kecelakaan ini menyisakan duka bagi keluarga korban, termasuk Shofiyatun yang kehilangan ibunya, Nuryati (62). Padahal pihak keluarga sebelumnya telah memberikan peringatan agar korban menunda keberangkatan menuju Cikarang sebelum peristiwa naas itu terjadi.
"Udah dibilangin, ÔÇÿNanti aja Mak, aku aja yang ke situÔÇÖ, terus kakaknya juga bilang, ÔÇÿnanti aja hari Jumat pas liburÔÇÖ. Tapi tetep kukuh mau jalan, akhirnya diantar sama saya," kata Shofiyatun, anak korban.
Penyebab keberangkatan Nuryati pada malam hari itu didasari keinginan kuat untuk menjenguk anggota keluarga lain yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Almarhumah diketahui sudah sangat merindukan anaknya yang bermukim di wilayah Cikarang.
"Mau ke tempat adik, lagi enggak enak badan dia, sakit. Udah seminggu lebih enggak sembuh-sembuh, ibunya ini kepingin banget ketemu," ujar Shofiyatun.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Kemayoran sekitar pukul 20.30 WIB dengan Shofiyatun yang mendampingi sang ibu bersama seorang anak. Namun, kereta yang mereka tumpangi justru terlibat benturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi.
"Enggak tahu juga sebenarnya, karena begitu jatuh sudah enggak gerak-gerak lagi. Tapi kan kita enggak bisa memutuskan sudah meninggal atau belum, jadi kita bawa ke RSUD," kata Shofiyatun.
Meskipun Nuryati dinyatakan meninggal dunia pasca-evakuasi dari dalam gerbong, Shofiyatun bersama anaknya dilaporkan selamat dalam insiden tersebut. Sementara itu, pihak otoritas melaporkan sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek tidak mengalami cedera dalam kecelakaan ini.