Empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan KRL relasi BekasiÔÇôJakarta dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini memicu gangguan jadwal perjalanan kereta api rute Jakarta menuju Surabaya.
Data sementara hingga Selasa (28/4/2026) pukul 02.00 WIB menunjukkan selain korban jiwa, terdapat 79 orang lainnya yang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis intensif, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengonfirmasi bahwa operasional sejumlah rangkaian kereta api dari Jakarta menuju Jawa Timur mengalami kendala. Gangguan terutama dirasakan oleh rangkaian yang dijadwalkan berangkat setelah posisi KA Argo Bromo Anggrek.
"Kedatangan KA, keberangkatan (dari) Jakarta menuju Surabaya beberapa terdampak," kata Mahendro Trang Bawono, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya.
Pihak otoritas perkeretaapian saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap total perjalanan yang mengalami keterlambatan. Proses penghimpunan data dilakukan seiring dengan upaya pemulihan jalur di lokasi kejadian.
"Masih dihimpun," tutur Mahendro Trang Bawono, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan bahwa sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah dievakuasi dalam keadaan selamat. Fokus penanganan saat ini dialihkan sepenuhnya kepada para pengguna KRL yang terdampak tabrakan tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menegaskan komitmen perusahaan dalam memprioritaskan keselamatan dan pemulihan kondisi seluruh penumpang serta petugas di lapangan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Proses evakuasi sarana kereta diupayakan berlangsung cepat agar jalur dapat segera kembali normal. Manajemen KAI juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak dalam musibah di Stasiun Bekasi Timur tersebut.