Insiden maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di petak Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya luka-luka. Peristiwa yang terjadi pukul 20.52 WIB ini memicu pembatalan sejumlah rute kereta api jarak jauh maupun KRL.
Duka mendalam dirasakan oleh keluarga korban serta jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) akibat tragedi tersebut. Berdasarkan laporan dari Suara, kecelakaan ini berdampak signifikan pada operasional perjalanan kereta yang melintasi wilayah Bekasi Timur.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin memberikan penjelasan mengenai dugaan awal penyebab kecelakaan fatal tersebut. Penjelasan ini disampaikan saat ia meninjau langsung lokasi kejadian di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung.
"tabrakan taksi pada Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 sebagai sebab terjadinya gangguan sinyal di Stasiun Bekasi Timur. Sehingga, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terjadi." duga Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pimpinan tertinggi KAI tersebut tampak berada di lokasi saat beberapa korban disinyalir masih terjebak karena gerbong KA Argo Bromo belum sepenuhnya dievakuasi. Sosoknya sempat terekam kamera sedang terduduk di peron stasiun dengan kondisi pakaian yang tidak lagi rapi.
Bobby Rasyidin baru menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI sejak Agustus 2025 berdasarkan keputusan Menteri BUMN dan PT Danantara Asset Management. Sebelum memimpin industri perkeretaapian, ia merupakan praktisi yang memiliki rekam jejak panjang di sektor BUMN dan telekomunikasi.
Lahir di Padang pada 31 Desember 1974, Bobby menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1996. Ia kemudian meraih gelar Master of Psychology Management di Naperville dan Master of Business Administration dari The University of New South Wales pada tahun 2000.
Berikut adalah rincian perjalanan karier profesional Bobby Rasyidin sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di PT KAI:
| Tahun | Jabatan | Instansi/Perusahaan |
|---|---|---|
| 2012-2015 | Direktur Utama | PT Alcatel Lucent Indonesia |
| 2016 | Direktur Utama | PT Teknologi Riset Global Investama |
| 2016-2019 | Komisaris Utama | PT LEN Telekomunikasi Indonesia |
| 2016-2021 | Komisaris Utama | PT Akses Prima Indonesia |
| 2019-2021 | Komisaris Utama | PT Indonesian Cloud |
| 2020-Sekarang | Komisaris Independen | PT GMF Aero Asia Tbk. |
| 2021-2025 | Direktur Utama | PT LEN Industri (Persero) |
| 2025-Sekarang | Direktur Utama | PT Kereta Api Indonesia (Persero) |
Pengalaman luas dalam mengelola industri strategis, termasuk kepemimpinannya di PT LEN Industri, menjadi landasan bagi Bobby dalam melakukan pembenahan internal di KAI. Saat ini, fokus utama perusahaan adalah penanganan korban dan normalisasi jalur kereta api pasca kecelakaan.