Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi Akibatkan 14 Penumpang Tewas

Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi Akibatkan 14 Penumpang Tewas
Foto: Ilustrasi Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi Akibatkan 14 Penumpang Tewas.

Empat belas penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia setelah terjadi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB. Insiden tragis di KM 28+920 ini melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi.

Data terbaru mengenai jumlah korban jiwa tersebut disampaikan hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin. Selain korban meninggal dunia, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat dalam musibah tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Dampak kecelakaan meluas hingga pembatalan sejumlah jadwal keberangkatan kereta api jarak jauh di Stasiun Gambir. David, salah satu calon penumpang kereta Taksaka tujuan Purwokerto, terpaksa membatalkan perjalanannya karena jalur di Bekasi Timur masih dalam penanganan petugas hingga Selasa dini hari.

"Saya dari tadi malam, (kereta) Taksaka itu dibatalin. Harusnya kemarin berangkat kalau enggak salah jam 21.20 WIB," ujar David, penumpang KA Taksaka.

Calon penumpang berusia 36 tahun tersebut sempat bertahan di Stasiun Gambir hingga pukul 00.30 WIB guna mendapatkan kepastian informasi dari petugas stasiun. Setelah mendapat konfirmasi pembatalan, David memilih mencari penginapan baru untuk beristirahat karena sebelumnya sudah melakukan proses check out hotel.

"Ambil hotel lagi daripada kita juga menunggu di sini," tutur David.

Guna menghindari ketidakpastian jadwal, David memutuskan untuk mengurus pengembalian dana tiket pada Selasa siang dan beralih menggunakan layanan tiket go show. Ia beralasan metode pembelian mendadak ini lebih menjamin kepastian keberangkatan kereta di tengah situasi gangguan operasional.

"Mending langsung yang tersedia. Karena biar enggak bolak-balik refund ya, kita antreannya juga panjang begitu kan. Mending langsung go show," ujar David.

Hingga saat ini, para korban luka maupun meninggal dunia telah dievakuasi ke sembilan fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi. Rumah sakit yang menangani korban antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi