KAI Konfirmasi Empat Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Konfirmasi Empat Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi KAI Konfirmasi Empat Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur.

Insiden tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Dilansir dari Megapolitan, seluruh korban jiwa tersebut merupakan penumpang rangkaian KRL.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, memberikan rincian data korban saat meninjau lokasi kejadian. Selain korban meninggal, puluhan orang lainnya memerlukan tindakan medis darurat di rumah sakit terdekat.

"Korban meninggal dunia itu ada empat orang. Kemudian yang kita observasi di rumah sakit, itu ada 71 orang," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Manajemen KAI memastikan bakal bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan kesehatan para korban. Penegasan tersebut disampaikan Bobby seiring dengan langkah intensif petugas di lapangan dalam mengevakuasi penumpang yang masih terjebak reruntuhan material kereta.

"Hingga saat ini masih ada sekitar enam hingga tujuh korban yang belum berhasil dievakuasi karena terjepit di dalam gerbong," ujarnya.

Guna mempercepat proses penyelamatan di area sempit, tim teknis melakukan pemotongan pada badan gerbong yang ringsek akibat benturan keras. Pembersihan jalur juga dilakukan agar layanan transportasi publik tersebut dapat segera pulih.

"Rangkaian dari kereta Anggrek telah kita lakukan pemotongan, sebagian dari rangkaian mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi. Rata-rata korban di gerbong KRL terakhir, tepatnya di gerbong wanita," ujarnya.

Mengenai penyebab awal, Bobby menjelaskan adanya dugaan gangguan sistem setelah sebuah taksi hijau tertabrak KRL di perlintasan sebidang. Peristiwa tersebut diduga memicu kendala operasional pada sistem persinyalan atau perkeretaapian di wilayah stasiun.

"Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu," ucapnya.

Meski telah mendeteksi indikasi awal, pihak KAI tetap menyerahkan pengusutan secara menyeluruh kepada lembaga berwenang. Kepastian terkait faktor utama kecelakaan masih menunggu penyelidikan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Bobby juga melaporkan bahwa dampak benturan tidak hanya dirasakan penumpang KRL, tetapi juga kru dan penumpang pada rangkaian kereta jarak jauh.

"KA jarak jauh juga ada beberapa penumpang dan terutama prami, penyelia, itu yang mengalami luka-luka juga karena benturan," ujarnya.

Proses evakuasi masih berlangsung hingga saat ini dengan koordinasi berbagai pihak terkait. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang yang masih terjebak serta melakukan pemulihan jalur rel agar normal kembali.

Artikel terkait

Rekomendasi