Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Lima Orang

Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Lima Orang
Foto: Ilustrasi Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Lima Orang.

Insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Dilansir dari Megapolitan, tim penyelamat masih berupaya mengeluarkan korban yang terjepit di tengah rangkaian kereta yang rusak parah.

Jumlah korban jiwa dilaporkan mengalami kenaikan seiring berjalannya proses pencarian di lokasi kejadian. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa data mengenai total korban bersifat dinamis karena operasi penyelamatan di lapangan masih terus diupayakan oleh petugas gabungan.

ÔÇ£Sementara ini korban ada lima. Dan tentunya proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban,ÔÇØ ujar Syafii, Kepala Basarnas.

Hambatan utama dalam proses evakuasi ini adalah kondisi fisik gerbong yang ringsek dan saling mengunci satu sama lain. Syafii menyebutkan bahwa material kereta yang terbuat dari logam kokoh memerlukan penanganan khusus untuk dapat dipisahkan.

ÔÇ£Memang yang kami pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra,ÔÇØ katanya Mohammad Syafii, Kepala Basarnas.

Petugas juga menghadapi kendala berupa ruang gerak yang sangat terbatas di dalam area gerbong yang hancur. Kondisi ini membuat tim harus berhati-hati dalam menentukan titik pemotongan material agar tidak membahayakan personil maupun korban.

ÔÇ£Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kami melakukan tindakan. Jadi kami melakukan tindakan dari luar ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri, kemudian dari dalam, itu juga terbatas,ÔÇØ ujarnya Mohammad Syafii, Kepala Basarnas.

Pembatasan jumlah personil yang masuk ke area terdampak dilakukan demi menjamin keselamatan kerja tim evakuasi. Pihak otoritas memutuskan untuk tidak memindahkan posisi gerbong sementara waktu karena terdeteksi adanya korban yang masih bertahan hidup di dalam reruntuhan.

ÔÇ£Kereta api juga tidak akan melakukan pergeseran gerbong karena masih ada korban. Dan kami pastikan korban bisa diajak komunikasi dalam kondisi hidup,ÔÇØ katanya Mohammad Syafii, Kepala Basarnas.

Metode penyelamatan yang diterapkan tim di lapangan adalah teknik ekstrikasi yang dilakukan secara sistematis. Tahapan ini meliputi pemotongan bagian kereta secara perlahan hingga korban bisa dilepaskan dari himpitan material tanpa cedera tambahan.

ÔÇ£Kami pastikan bahwa akan melaksanakan ekstrikasi dengan pelaksanaan pemotongan, kemudian unfill, kemudian juga diangkat, dan itu yang kami lakukan secara perlahan-lahan sampai bisa memisahkan antara badan korban dengan material yang menghimpit,ÔÇØ ujar Syafii, Kepala Basarnas.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan pergantian personil secara rutin guna memastikan pencarian dilakukan tanpa henti selama 24 jam. Basarnas berkomitmen melakukan pemeriksaan menyeluruh di setiap sudut rangkaian kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah terevakuasi.

ÔÇ£Kami akan benar-benar searching seluruh gerbong sampai yakin bahwa seluruh korban benar-benar sudah tidak ada dalam kereta. Itu prosedurnya,ÔÇØ kata Syafii, Kepala Basarnas.

Kecelakaan maut ini diduga diawali oleh insiden sebuah taksi hijau yang tertabrak KRL di perlintasan sebelum tabrakan antarkereta terjadi. Peristiwa kedua menyusul saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL tujuan JakartaÔÇôCikarang yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.

Artikel terkait

Rekomendasi