Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, mengakibatkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia. Sebagaimana dilansir dari Suara, jumlah total korban terdampak peristiwa tragis tersebut mencapai 91 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa selain korban jiwa, terdapat 76 orang yang mengalami luka-luka. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang rangkaian KRL yang merupakan gerbong khusus penumpang perempuan.
"Total korban yang terluka dan meninggal mencapai 91 orang," katanya Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Kepolisian merinci sebaran lokasi penanganan jenazah para korban yang tersebar di beberapa rumah sakit di wilayah Jakarta dan Bekasi. Data terkini menunjukkan mayoritas korban jiwa telah dibawa ke RS Polri untuk proses lebih lanjut.
"10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Pihak kepolisian juga mencatat adanya temuan unik sekaligus menyedihkan terkait identitas para korban luka berdasarkan data RSUD Kota Bekasi. Delapan orang korban diketahui sedang merayakan hari ulang tahun mereka tepat pada saat kecelakaan terjadi pada 27 April.
Fenomena ini memicu respons emosional dari para pengguna media sosial setelah identitas korban beserta tanggal lahirnya beredar luas. Salah seorang warganet memberikan tanggapan atas situasi pilu yang dialami para penumpang tersebut.
"Baru ngeuh, ternyata dari sekian banyak korban (luka), diantaranya ada beberapa yang pas kejadian pas lagi ulang tahun (27 April). Semoga para korban gak trauma," tulis seorang netizen.
Berikut adalah daftar penumpang yang sedang berulang tahun pada hari kejadian kecelakaan tersebut:
| Nama Korban | Jenis Kelamin | Tanggal Lahir |
|---|---|---|
| Muchlis | Laki-laki | 27 April 1996 |
| Riki | Laki-laki | 27 April 2001 |
| M. Anwar | Laki-laki | 27 April 1996 |
| Rivan | Laki-laki | 27 April 1994 |
| Stevani Sofia | Perempuan | 27 April 2004 |
| Rudi Saputra | Laki-laki | 27 April 1996 |
| Yuliana | Perempuan | 27 April 1996 |
| Hari Septiyansyah | Laki-laki | 27 April 1996 |
Hingga Selasa siang, RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati telah membuka posko identifikasi Disaster Victim Identification (DVI). Sejumlah keluarga mulai mendatangi fasilitas medis tersebut untuk mencari keberadaan anggota keluarga mereka.
"Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem)," kata Prima Heru Yulihartono, Kepala RS Polri Kramat Jati.
Tim forensik saat ini sedang bekerja intensif untuk mencocokkan data identitas dari pihak keluarga dengan jenazah yang telah dievakuasi. Proses identifikasi memerlukan akurasi tinggi guna memastikan seluruh korban dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.