Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan 14 Orang

Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan 14 Orang
Foto: Ilustrasi Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan 14 Orang.

Insiden tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan 14 orang meninggal dunia. Dilansir dari Ekonomi, sebanyak 84 penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Data terbaru menunjukkan penambahan jumlah korban jiwa, sementara puluhan korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta. Proses evakuasi skala besar dilakukan oleh tim gabungan dari operator kereta, kepolisian, serta tim penyelamat sejak malam kejadian hingga Selasa pagi.

Petugas di lapangan berupaya mengamankan gerbong yang mengalami kerusakan parah serta melakukan sterilisasi jalur rel agar dapat dioperasikan kembali. Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyatakan komitmennya untuk menangani seluruh korban yang terdampak musibah ini.

Manajemen PT KAI menegaskan tanggung jawab penuh atas biaya pengobatan bagi para korban luka dan menanggung seluruh biaya pemakaman bagi penumpang yang meninggal dunia. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap keselamatan para pengguna jasa mereka.

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026) untuk memantau langsung penanganan medis para korban. Kepala Negara menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi transportasi tersebut dan memerintahkan percepatan penyelidikan.

"Tentunya kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan bela sungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera adakan investigasi," ujar Prabowo.

Pemerintah kini menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur keselamatan, termasuk pembangunan flyover dan penguatan sistem penjagaan di perlintasan sebidang. Saat ini, otoritas perkeretaapian bersama tim teknis sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan dan prosedur operasional perjalanan kereta.

Artikel terkait

Rekomendasi