Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tragis ini juga menyebabkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit.
Data terbaru mengenai jumlah korban disampaikan oleh pihak kepolisian berdasarkan pendataan hingga tengah minggu ini. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, total terdapat ratusan orang yang terdampak dalam peristiwa nahas di lintasan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan rincian data korban yang telah berhasil dihimpun oleh petugas di lapangan. Penambahan angka kematian terkonfirmasi setelah dilakukan pembaruan data pada Rabu siang.
"Kami terima hari ini per 29 April 2026 sekitar pukul 11.00 (WIB), korban total adalah 106 orang, di mana korban luka 90 orang, 44 pasien sudah pulang ke rumah, 46 pasien sedang melaksanakan observasi, meninggal dunia 16 orang," katanya dalam program Kompas Siang KompasTV, Rabu.
Identitas para korban meninggal dunia telah teridentifikasi dan tersebar di empat fasilitas kesehatan berbeda. RS Polri Kramat Jati menangani jenazah Tutik Anitasari, Harum Anjasari, Nur Alimantun Citra Lestari, Farida Utami, Vica Acnia Pratiwi, Ida Nuraida, Gita Septia Wardany, Fatmawati Rahmayani, Arinjani Novita Sari, dan Nur Ainia Eka Rahmadhyna.
Sementara itu, RSUD Kota Bekasi mencatat empat korban jiwa atas nama Nuryati, Nur Laela, Engar Retno Krisjayanti, dan Mia Citra. Dua korban lainnya berada di RS Mitra Bekasi atas nama Adelia Rifani serta RS Bella Bekasi atas nama Ristuti Kustirahayu.
Laporan awal dari Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa rangkaian peristiwa bermula ketika satu unit KRL relasi Bekasi-Cikarang mengalami tabrakan dengan mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Insiden pertama ini memicu perubahan operasional perjalanan kereta di jalur tersebut.
Rangkaian KRL yang terlibat kecelakaan awal harus dievakuasi dan dialihkan statusnya menjadi Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Situasi ini memaksa petugas untuk menghentikan rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 yang sedang menuju Cikarang tepat di peron Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan fatal kemudian terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya melintas di jalur yang sama. Kereta api jarak jauh tersebut tidak sempat melakukan pengereman penuh hingga akhirnya menghantam rangkaian KA PLB 5568 yang tengah berhenti di peron stasiun.