Kecelakaan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur Renggut Korban Jiwa

Kecelakaan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur Renggut Korban Jiwa
Foto: Ilustrasi Kecelakaan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur Renggut Korban Jiwa.

Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga rangkaian kereta api terjadi di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, Bekasi Timur, pada Rabu (29/4/2026). Peristiwa tragis ini bermula dari kendala teknis sebuah mobil listrik yang mogok di tengah rel hingga menyebabkan domino effect dan merenggut korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Oto, kecelakaan dipicu oleh sebuah taksi listrik yang berhenti mendadak di jalur perlintasan tanpa palang pintu. Kendaraan tersebut kemudian tertemper oleh KRL CRRC relasi Jakarta-Cikarang (PLB 5181), yang berdampak pada tertahannya KRL PLB 5568a di posisi belakangnya.

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang, memberikan penekanan khusus pada cepatnya eskalasi insiden tersebut. Deddy menilai kejadian ini sebagai pelajaran krusial agar tidak terulang di masa mendatang.

"Sangat menyedihkan, dalam waktu singkat (domino effect), tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Deddy, Ketua MTI.

Deddy mengidentifikasi adanya persoalan keselamatan serius terkait keberadaan perlintasan tanpa palang pintu di wilayah tersebut. Penanganan terhadap kendaraan mogok di atas rel, terutama jenis kendaraan listrik, dinilai memerlukan langkah mitigasi yang lebih terstruktur.

"Pemicu awal KKA (kecelakaan kereta api) adalah perlintasan sebidang di Jalan Ampera JPL 78 Bekasi, maka perlu mitigasi berupa SOP yang wajib dilaksanakan oleh pengguna jalan apabila kendaraan bermotor mogok di atas rel Kereta Api. SOP kendaraan yang mogok/rusak di atas rel perlintasan sebidang dapat diusulkan oleh Direktorat Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub," katanya Deddy, Ketua MTI.

Selain masalah SOP, kepadatan lalu lintas kereta api yang melampaui kapasitas turut menjadi sorotan dalam evaluasi ini. MTI mendorong percepatan pembangunan jalur ganda ganda atau double-double track untuk memisahkan operasional kereta komuter dan kereta jarak jauh.

"Dalam Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKT) diperlukan audit segera, apakah tepat memantau posisi dan mengatur lalu lintas kereta di lintas Bekasi-Cikarang melalui layar dan panel kendali," katanya Deddy, Ketua MTI.

Artikel terkait

Rekomendasi