KDM Targetkan Penataan Kabel Semrawut di Jabar Tuntas 2027, Ini Skema Terbarunya

KDM Targetkan Penataan Kabel Semrawut di Jabar Tuntas 2027, Ini Skema Terbarunya
Foto: KDM Targetkan Penataan Kabel Semrawut di Jabar Tuntas 2027, Ini Skema Terbarunya. (Illustration by Pexels)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah memberikan perhatian serius terhadap kondisi kabel udara yang tidak beraturan di berbagai wilayahnya. Ia menargetkan agar seluruh penataan kabel semrawut di Jawa Barat dapat tuntas sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.

Rencana besar ini akan dijalankan secara paralel dengan agenda pembangunan serta perbaikan jalan milik provinsi. Target tersebut disampaikan langsung oleh Dedi setelah mengikuti kegiatan Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Jawa Barat pada Rabu (3/6).

Menurut Dedi, tumpukan kabel yang menjuntai di jalanan bukan hanya merusak keindahan kota. Kondisi ini juga dianggap sangat berisiko bagi keselamatan warga serta mengganggu keteraturan tata ruang daerah.

Ia menegaskan keinginannya agar perapian kabel ini menjadi prioritas yang harus selesai dalam beberapa tahun ke depan. "Perapian kabel sudah lama saya targetkan, harapannya pada 2027 nanti semuanya sudah selesai," ungkap Dedi.

Sebagai langkah konkret, Gubernur berencana segera mengumpulkan seluruh pihak terkait dalam waktu dekat. Pertemuan ini akan melibatkan para penyedia layanan atau operator yang selama ini memanfaatkan jaringan kabel udara.

Dedi juga menyoroti aspek pendanaan dalam proyek besar ini. Meski ada klaim bahwa penataan bisa dilakukan secara gratis, ia menilai pekerjaan sebesar ini tetap membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.

Ia berpendapat bahwa skala proyek yang sangat luas membuat kebutuhan biaya menjadi hal yang tidak terhindarkan. Dedi ingin memastikan proses transisi kabel ini memiliki skema pembiayaan yang jelas dan masuk akal.

Komitmen dari setiap pemerintah daerah juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh sang Gubernur. Ia meminta tiap daerah mulai menghilangkan kabel yang berserakan di atas jalan secara bertahap.

Ke depannya, Dedi menginstruksikan agar setiap proyek jalan provinsi wajib menyertakan fasilitas utilitas bawah tanah. Dengan begitu, pemasangan kabel baru akan langsung terintegrasi di bawah permukaan jalan tanpa menambah keruwetan di udara.

Dedi optimis bahwa kemajuan teknologi saat ini seharusnya bisa mempercepat proses penataan jaringan agar lebih modern. Ia memberikan contoh beberapa lokasi yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, salah satunya di kawasan Ledeng.

Pemandangan ribuan kabel yang saling silang di lokasi tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan mata siapa pun yang melintas. "Coba lihat di depan Ledeng, kabelnya luar biasa banyak, sampai pusing melihatnya," tambahnya.

Selain fokus pada infrastruktur kabel, Dedi Mulyadi juga menyinggung perihal tata kelola aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia melihat masih ada kekurangan dalam pengelolaan aset daerah yang perlu segera dibenahi.

Poin utama yang menjadi fokus evaluasi Gubernur Jabar dalam pengelolaan aset meliputi:

  • Banyaknya aset milik pemerintah provinsi yang hingga saat ini statusnya belum tersertifikasi secara resmi.
  • Pemanfaatan aset daerah yang dianggap belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
  • Perlunya sinkronisasi antara penataan infrastruktur dengan pengamanan aset daerah guna meningkatkan kualitas layanan publik.

Langkah penertiban aset ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembenahan infrastruktur jalan dan kabel. Dedi berharap perbaikan menyeluruh ini tidak hanya mempercantik Jawa Barat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi daerah di masa depan.

Aspek Penataan Target dan Tujuan Utama
Waktu Penyelesaian Target tuntas pada tahun 2027 untuk seluruh wilayah Jawa Barat.
Metode Penataan Integrasi pembangunan jalan provinsi dengan sistem kabel bawah tanah.
Fokus Lokasi Kawasan padat penduduk dan jalur utama provinsi yang memiliki kabel udara kritis.
Pengelolaan Aset Sertifikasi aset daerah serta optimalisasi nilai guna untuk pendapatan daerah.

Melalui integrasi antara perbaikan jalan dan utilitas bawah tanah, Jawa Barat diharapkan menjadi provinsi yang lebih tertata dan aman bagi warganya. Program ini menjadi salah satu prioritas utama dalam sisa masa kepemimpinan Dedi Mulyadi untuk mewujudkan wajah baru Jawa Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi