Permintaan lahan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang terus meningkat mendorong rencana perluasan area. Langkah ini diarahkan guna memperkokoh ekosistem industri terintegrasi melalui peningkatan infrastruktur, utilitas kawasan, fasilitas logistik, serta efisiensi layanan perizinan.
Sejumlah sektor industri terpantau mengalami pertumbuhan di kawasan ini, seperti elektronik, otomotif, energi terbarukan, farmasi, alat kesehatan, furnitur, fashion, hingga makanan dan minuman (F&B). Pertumbuhan tersebut berdampak pada penambahan jumlah pelaku usaha secara konsisten.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum menyatakan bahwa pencapaian wilayah ini merupakan hasil dari sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, beserta mitra strategis asal Singapura, seperti dilansir dari Industri.
"Kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi," ungkap Juliani Kusumaningrum dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Melalui kejelasan regulasi serta kemitraan internasional yang kokoh, KEK Kendal diproyeksikan mampu menjadi salah satu pusat penggerak roda perekonomian di Jawa Tengah yang berdaya saing global.
Hubungan bilateral antara Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Singapura Vivian Balakrishnan turut menegaskan bahwa kolaborasi ekonomi dalam pengelolaan KEK Kendal menjadi rujukan nyata dari kerja sama bilateral yang saling menguntungkan.
Pemerintah Indonesia menilai skema kerja sama tersebut berhasil memicu percepatan industrialisasi daerah, membuka keran investasi baru, sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Di sisi lain, pihak Singapura mengapresiasi KEK Kendal sebagai model percontohan kawasan industri terpadu di Indonesia yang mampu menyajikan kepastian hukum dan efisiensi operasional.