Karyawati Kompas TV bernama Nur Ainia Eka Rahmadhynna dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pimpinan redaksi media terkait pada Selasa (28/4/2026).
Dilansir dari Megapolitan, insiden maut ini melibatkan KRL jurusan Cikarang bernomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Sebanyak 14 penumpang KRL dilaporkan tewas berdasarkan pembaruan data hingga Selasa pagi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, membenarkan bahwa jenazah Ainia telah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
"Betul. Ada 10 tadi yang dibawa ke (RS) Polri untuk dilakukan proses identifikasi," ujar Anne saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.
Pihak manajemen tempat korban bekerja juga memberikan pernyataan resmi mengenai kepergian staf bagian news production support tersebut.
ÔÇ£Benar, (salah satu korban adalah Aina),ÔÇØ kata Wakil Pimpinan Redaksi KOMPAS TV, Martian Damanik kepada Kompas.com melalui pesan teks, Selasa.
Martian kembali menegaskan kebenaran identitas korban yang menjadi salah satu dari sepuluh jenazah yang telah diidentifikasi oleh tim medis kepolisian.
ÔÇ£Benar, (salah satu korban adalah Aina),ÔÇØ kata Martian kepada Kompas.com melalui pesan teks, Selasa.
Kepastian identitas korban didapatkan melalui konferensi pers yang digelar oleh pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Selasa siang.
ÔÇ£Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi dengan data primer sidik jari dan sekunder dari properti dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadina, 32 tahun, dari Tambun Selatan Bekasi,ÔÇØ ujar Karo Dokpol Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa seluruh korban meninggal yang berhasil dievakuasi dari tempat kejadian perkara adalah perempuan.
"Seratus persen yang kami evakuasi, (adalah) perempuan," tutur Mohammad Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa.
Syafii juga memastikan tidak ada anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa ini dan menyatakan bahwa seluruh proses evakuasi telah rampung.
"Bahwa operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kami harapkan dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kami nyatakan kami kembalikan ke homebase masing-masing," kata Mohammad Syafii.
Para korban luka saat ini tersebar di delapan fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi dan RS Siloam Bekasi Timur, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat.