Karyawan Kompas TV Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Karyawan Kompas TV Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi Karyawan Kompas TV Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur.

Nur Ainia Eka Rahmadhyna, seorang karyawan Kompas TV, dilaporkan menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta yang melibatkan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam.

Insiden maut tersebut mengakibatkan belasan orang kehilangan nyawa, termasuk Nur Ainia yang telah mengabdi di stasiun televisi tersebut selama 11 tahun sejak November 2015. Identitas korban dikonfirmasi oleh pihak kepolisian melalui proses identifikasi data medis dan sidik jari di Rumah Sakit Polri.

Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, merilis data resmi terkait identitas para korban dalam keterangan pers yang digelar pada Selasa (28/4/2026). Ia memastikan identitas almarhumah berdasarkan pencocokan data primer dan sekunder.

"Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis, cocok dengan AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna, 32 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi," ujar Nyoman, Selasa sore.

Nur Ainia merupakan lulusan SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi tahun 2011 dan melanjutkan studi broadcasting di Sekolah Tinggi Multi Media MMTC hingga lulus pada 2015. Kariernya di Kompas TV dimulai sebagai Studio Control Room Operator sebelum akhirnya menjabat sebagai Customer Relation Officer (CRO) sejak awal 2017.

Pihak Sekretariat HR&GA Kompas TV secara resmi menyampaikan pesan duka cita atas berpulangnya perempuan kelahiran Nganjuk tersebut. Almarhumah rencananya akan disemayamkan di kediamannya di kawasan Sumber Jaya, Bekasi.

"Telah meninggal dunia Rekan, Sahabat, Saudara kita, Nur Ainia Eka Rahmadhyna, CRO Officer, pada hari Senin, 27 April 2026. Meninggal pada usia 32 tahun dan bergabung di KompasTV sejak 2 November 2015," bunyi informasi dari pihak Sekretariat HR&GA KompasTV.

Segenap jajaran rekan kerja menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang dikenal berdedikasi tinggi tersebut. Pihak perusahaan juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

"Seluruh rekan-rekan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah Almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan," tulis pihak Sekretariat HR&GA KompasTV.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau lokasi kejadian dan memberikan informasi terbaru mengenai jumlah total korban terdampak kecelakaan tersebut hingga Selasa siang.

"Update sampai dengan jam satu siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat," kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Selasa.

Artikel terkait

Rekomendasi