Seorang karyawan di pusat pemenuhan pesanan Amazon PDX9 yang berlokasi di Troutdale, Oregon, Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia saat sedang menjalankan shift kerjanya pada pekan lalu di bulan April 2026.
Insiden tragis ini pertama kali dilaporkan oleh media investigasi The Western Edge, sebagaimana dilansir dari Detik iNET, yang menyebutkan korban ambruk di lantai gudang di tengah aktivitas operasional yang tetap berjalan.
"Kami sangat berduka atas kepergian salah satu anggota tim kami, dan doa serta simpati terdalam kami sampaikan kepada orang-orang terkasih mereka di masa yang sulit ini," kata juru bicara Amazon, Sam Stephenson.
Pihak manajemen Amazon menyatakan telah menghubungi keluarga korban dan menyediakan konselor kedukaan bagi para staf di fasilitas tersebut untuk memberikan dukungan psikologis tambahan.
Sejumlah pekerja melalui forum diskusi daring mengungkapkan kekhawatiran terkait kondisi sirkulasi udara di dalam gedung setelah pemasangan tirai kedap suara yang memicu peningkatan suhu ruangan.
Para karyawan tersebut berspekulasi bahwa cuaca panas yang ekstrem di dalam fasilitas PDX9 menjadi faktor yang memperberat beban fisik korban hingga menyebabkan kematian.
Namun, Amazon memberikan klarifikasi bahwa Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) Oregon telah melakukan peninjauan dan menetapkan kematian tersebut tidak terkait langsung dengan pekerjaan.
Gudang PDX9 memiliki catatan riwayat keselamatan kerja yang menjadi sorotan setelah investigasi media Reveal pada 2018 menunjukkan 26 persen karyawannya pernah mengalami cedera.
Data laporan OSHA tahun 2024 juga mengindikasikan bahwa tingkat cedera serius di pusat distribusi Amazon mencapai lebih dari dua kali lipat rata-rata industri pergudangan secara nasional.
Saat ini, Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York tengah melakukan penyelidikan berkelanjutan terhadap standar keselamatan kerja di berbagai jaringan gudang milik Amazon secara luas.
Amazon mengklaim telah menginvestasikan dana sebesar USD 2,5 miliar sejak 2019 untuk perbaikan sistem keselamatan dan mencatat penurunan insiden global sebesar 43 persen dalam periode tersebut.