Indomobil Grup Ungkap Perbedaan Karakter Pembeli Motor dan Mobil Listrik

Indomobil Grup Ungkap Perbedaan Karakter Pembeli Motor dan Mobil Listrik
Foto: Ilustrasi Indomobil Grup Ungkap Perbedaan Karakter Pembeli Motor dan Mobil Listrik.

Direktur Indomobil Grup Andrew Nasuri menjelaskan perbedaan signifikan antara karakter konsumen sepeda motor listrik dan mobil listrik di Indonesia dalam pertemuan di Beijing, China, akhir pekan lalu. Aspek fungsionalitas menjadi penentu utama dalam penjualan kendaraan roda dua elektrik tersebut.

Dilansir dari Otomotif, tantangan di pasar motor listrik dinilai lebih besar karena konsumen sangat menitikberatkan pada kegunaan praktis kendaraan. Hal ini berbeda dengan segmen mobil yang masih dipengaruhi oleh preferensi gaya hidup.

ÔÇ£Jadi transaksi motor itu lebih susah daripada mobil. Karena penggunaan motor itu lebih fokus ke utilitas,ÔÇØ ujar Andrew Nasuri, Direktur Indomobil Grup.

Andrew menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia umumnya mengandalkan motor sebagai transportasi utama untuk rutinitas harian. Kondisi ini membuat calon pembeli sangat teliti dalam menghitung kemampuan kendaraan untuk menunjang aktivitas dari satu titik ke titik lainnya secara efisien.

ÔÇ£Motor digunakan untuk menempuh jarak yang relatif lebih panjang, mereka commuting, seperti dari rumah ke kantor dan kembali lagi. Jadi motor benar-benar menjadi aset utama, dari titik A ke titik B,ÔÇØ kata Andrew Nasuri.

Pabrikan yang beroperasi di pasar Indonesia ditekankan harus memprioritaskan faktor keandalan dalam penggunaan sehari-hari. Kemudahan pengisian daya dan daya tahan baterai menjadi parameter utama yang dilihat oleh calon konsumen sebelum melakukan transaksi.

ÔÇ£Jadi siapa pun pemain di Indonesia untuk motor listrik harus mengutamakan aspek usability atau kegunaannya,ÔÇØ ujar Andrew Nasuri.

Sebaliknya, segmen mobil listrik masih memiliki ruang bagi faktor emosional seperti estetika dan gengsi merek. Meskipun efisiensi tetap diperhatikan, elemen desain dan fitur teknologi mutakhir menjadi daya tarik tambahan yang kuat bagi pembeli kendaraan roda empat.

ÔÇ£Berbeda dengan mobil yang masih memiliki faktor emosional. Kalau membeli mobil, biasanya ada pertimbangan emosional, seperti memilih tipe, merek, hingga desain,ÔÇØ kata Andrew Nasuri.

Di tengah analisis pasar ini, PT Indomobil eMotor Internasional terus memperkuat posisinya dengan meluncurkan Indomobil eMotor Tyranno di Bandung dan skuter listrik Sprinto pada GJAW 2025. Fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan logistik rumah tangga konsumen.

ÔÇ£Sementara pada motor, yang utama adalah fungsi. Apakah bisa digunakan dari rumah ke kantor, lalu kembali lagi, dan apakah pengisian daya di rumah memungkinkan,ÔÇØ katanya Andrew Nasuri.

Penajaman strategi distribusi dan edukasi produk kini disesuaikan dengan pola pikir pembeli motor yang cenderung lebih rasional. Penekanan pada efisiensi biaya operasional menjadi kunci untuk menarik minat masyarakat beralih ke tenaga listrik.

ÔÇ£Jadi, pendekatannya memang sangat berbeda antara kendaraan roda dua dan roda empat,ÔÇØ ujarnya Andrew Nasuri.

Artikel terkait

Rekomendasi