Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia
Foto: Ilustrasi Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia.

Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih terjebak di kawasan Teluk Persia akibat kebijakan penutupan Selat Hormuz oleh otoritas Iran. Kondisi ini terjadi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkat sejak akhir Februari 2026, sebagaimana dilansir dari Money.

Hingga Minggu (19/4/2026), kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro belum dapat melanjutkan perjalanan karena jalur pelayaran hanya dibuka dalam durasi singkat sebelum ditutup kembali. Langkah evakuasi terus diupayakan oleh pemerintah dan PT Pertamina (Persero) melalui jalur negosiasi diplomatik.

Kapal Pertamina Pride yang berjenis Very Large Crude Carrier (VLCC) tercatat membawa muatan minyak mentah jenis light crude oil untuk memasok kebutuhan energi nasional. Sementara itu, kapal Gamsunoro tengah mengangkut kargo milik pelanggan pihak ketiga saat tertahan di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita menjelaskan bahwa perusahaan telah menyusun langkah mitigasi komprehensif untuk menghadapi situasi darurat ini. Persiapan teknis dilakukan secara mendalam untuk memastikan keselamatan aset dan kru.

"Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi," ujarnya Vega Pita, Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping.

Vega menambahkan bahwa PIS secara aktif menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri guna memperkuat upaya diplomasi. Koordinasi juga diperluas mencakup pemilik kargo, perusahaan asuransi, hingga otoritas pelabuhan demi memenuhi seluruh prosedur perizinan yang berlaku.

"Kedua kapal PIS saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz," ujar Vega Pita, Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping.

Ketegangan di kawasan semakin memuncak setelah Amerika Serikat melaporkan penyitaan kapal kargo Iran yang dianggap melanggar blokade. Situasi ini diperparah dengan adanya ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump jika kesepakatan gencatan senjata tidak dipatuhi oleh pihak Iran.

"Prioritas utama adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman," ucap Vega Pita, Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping.

Artikel terkait

Rekomendasi