Dua kapal milik PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) tertahan di kawasan Teluk Arab setelah otoritas Iran kembali menutup akses navigasi di Selat Hormuz pada Sabtu (18/4). Penutupan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah jalur sempat dibuka, menyusul tudingan Iran terhadap Amerika Serikat yang dianggap melanggar janji terkait blokade laut.
Dilansir dari Detik Finance, kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro kini berada dalam pengawasan intensif di luar area konflik. Kapal-kapal tersebut terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, dan Dubai, Uni Emirat Arab, berdasarkan data pelacakan kapal hingga pekan lalu.
Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memberikan penegasan mengenai status terkini armada yang terjebak di wilayah tersebut. Ia memastikan personel dan aset perusahaan saat ini tidak dalam bahaya meski belum bisa melanjutkan perjalanan melewati jalur utama tersebut.
"Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman," kata Vega kepada detikcom, Minggu (19/4/2026).
Manajemen PIS saat ini tengah menyusun strategi navigasi alternatif untuk menghadapi ketidakpastian pembukaan jalur. Langkah ini mencakup identifikasi risiko mendalam serta penyusunan rencana kontingensi guna memastikan keselamatan operasional tetap terjaga selama masa penutupan.
"Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz," tuturnya.
Koordinasi lintas sektoral juga ditingkatkan dengan melibatkan Kementerian Luar Negeri RI untuk bantuan diplomasi kepada otoritas setempat. Selain itu, komunikasi dijalankan bersama manajemen kapal, pemilik kargo, serta pihak asuransi guna memenuhi seluruh prosedur perizinan internasional yang diperlukan.
"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan armada dan kargo," ucap Vega.
Tindakan penutupan oleh Iran ini dilaporkan sebagai respons atas kelanjutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran. PIS saat ini terus memperbarui rencana pelayaran (passage plan) agar kapal dapat segera bergerak saat situasi geopolitik mereda.