Empat Kapal Amerika Serikat Angkut LNG Menuju China

Empat Kapal Amerika Serikat Angkut LNG Menuju China
Foto: Ilustrasi Empat Kapal Amerika Serikat Angkut LNG Menuju China.

Empat kapal pengangkut gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) asal Amerika Serikat dilaporkan sedang berlayar menuju China dan diperkirakan tiba pada Juni 2026 mendatang.

Pengiriman tersebut menjadi kargo LNG pertama dari Amerika Serikat yang tercatat berlayar langsung ke China pada masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump, berdasarkan data perusahaan keuangan LSEG yang dilansir dari Internasional pada Selasa (19/5/2026).

Peluang peningkatan perdagangan energi ini juga menjadi sorotan dalam kunjungan Trump ke Beijing saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada pekan lalu.

"China tertarik membeli minyak, LNG, dan berbagai komoditas dari Amerika Serikat," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Fox News pada 14 Mei 2026 terkait ketertarikan komoditas energi dari AS.

Saat ini, China memegang status sebagai importir gas terbesar di dunia, sementara Amerika Serikat merupakan produsen, konsumen, sekaligus eksportir LNG terbesar secara global.

Namun, pemulihan perdagangan energi kedua negara masih menghadapi hambatan utama berupa tarif impor sebesar 25% yang dikenakan oleh China terhadap LNG asal AS.

Meskipun demikian, pengiriman LNG dari AS ke China kembali terbuka karena pergerakan pasar energi serta meningkatnya harga gas global akibat konflik di Timur Tengah.

Empat kapal yang sedang dalam perjalanan tersebut diperkirakan akan bersandar di pelabuhan Tianjin antara 15 hingga 28 Juni 2026.

Berdasarkan data LSEG, kapal Umm Al Hanaya telah berangkat dari fasilitas ekspor Sabine Pass milik Cheniere Energy di Louisiana pada 5 Mei 2026.

Selanjutnya, tiga kapal lainnya yaitu IdÔÇÖAsah, Al Sene, dan Lamail, bertolak dari fasilitas Plaquemines milik Venture Global pada periode 8 hingga 18 Mei 2026.

Cheniere Energy dan Venture Global merupakan dua perusahaan yang tercatat sebagai produsen LNG terbesar di Amerika Serikat.

Di sisi lain, lonjakan harga gas global tercatat terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Pasar gas Eropa melalui acuan Dutch Title Transfer Facility (TTF) diperdagangkan di level sekitar US$17 per juta British thermal unit (mmBtu), yang menjadi level tertinggi dalam enam minggu terakhir.

Sementara itu, harga gas Asia melalui Japan-Korea Marker (JKM) juga mengalami kenaikan hingga menyentuh sekitar US$19 per mmBtu.

Sebaliknya, harga gas di Amerika Serikat relatif lebih rendah dengan kontrak berjangka Henry Hub di Louisiana diperdagangkan di sekitar US$3 per mmBtu, meskipun angka tersebut juga menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi