Tempe goreng sering kali dianggap sebagai makanan yang kurang sehat karena penggunaan minyak goreng. Namun, anggapan bahwa nutrisi tempe hilang sepenuhnya setelah digoreng ternyata tidak sepenuhnya akurat.
Dilansir dari Detik Health, struktur nutrisi pada tempe tidak mudah rusak hanya karena proses penggorengan. Terutama jika durasi memasak tidak terlalu lama dan menggunakan minyak dengan kualitas yang terjaga baik.
Secara ilmiah, komponen utama dalam tempe seperti protein, serat, dan mineral tetap stabil selama proses pemanasan. Fermentasi oleh kapang Rhizopus pada kedelai justru mempermudah tubuh dalam mencerna protein dan asam amino esensial.
Data komposisi pangan menunjukkan bahwa kandungan protein tempe relatif stabil pada angka 18-20 gram per 100 gram. Meskipun panas menyebabkan denaturasi, hal ini justru membuat protein lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan manusia.
Perubahan yang signifikan terjadi pada kadar lemak dan total kalori. Tempe segar yang mengandung 8-10 gram lemak per 100 gram dapat meningkat menjadi 14-20 gram setelah digoreng akibat penyerapan minyak.
Peningkatan lemak ini otomatis menaikkan nilai energi dari kisaran 150-190 kkal menjadi di atas 250 kkal. Faktor utama yang perlu diperhatikan pembaca adalah kualitas minyak agar tidak menghasilkan senyawa degradasi yang merugikan kesehatan.
Tips Mengolah Tempe Lebih Sehat
Agar manfaat gizi tempe tetap optimal, penggunaan minyak baru yang tidak dipanaskan berulang kali sangat disarankan. Suhu minyak juga harus dijaga agar tidak terlalu panas guna meminimalkan penyerapan minyak berlebih ke dalam tempe.
Alternatif teknik memasak seperti penggunaan air fryer atau tumis ringan dapat menjadi pilihan untuk mengurangi asupan lemak tambahan. Durasi penggorengan cukup dilakukan hingga tempe berwarna keemasan.
Pegiat fermentasi pangan, Dr Ir Wida Winarno, memberikan penjelasan mengenai variasi metode memasak dalam sebuah lokakarya. Menurutnya, setiap cara masak memiliki keunggulan tersendiri bagi penyerapan zat gizi tertentu.
"Ternyata masing-masing punya keunikan atau kelebihan sendiri. Jadi karena kita di Indonesia punya variasi menu juga macam-macam. Ada yang lebih menjaga vitamin tertentu, ada juga yang membantu penyerapannya di tubuh."Wida menambahkan bahwa vitamin C lebih terjaga jika bahan makanan dikukus. Sementara itu, vitamin A justru lebih mudah diserap tubuh jika dimasak dengan sedikit lemak, seperti ditumis atau menggunakan santan.
Oleh karena itu, tempe goreng tetap dapat dinikmati sebagai sumber protein nabati yang baik. Kuncinya terletak pada keberagaman cara pengolahan dan frekuensi konsumsi yang seimbang dalam pola makan sehari-hari.