Kalg Luncurkan Pelacak Kalori Berbasis AI Melalui WhatsApp

Kalg Luncurkan Pelacak Kalori Berbasis AI Melalui WhatsApp
Foto: Ilustrasi Kalg Luncurkan Pelacak Kalori Berbasis AI Melalui WhatsApp.

Masyarakat Indonesia kini memiliki cara baru yang lebih sederhana untuk memantau asupan nutrisi harian tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Kalg meluncurkan layanan pelacak kalori berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi langsung dengan platform pesan WhatsApp.

Dilansir dari Suara, inovasi ini dirancang khusus untuk mengenali berbagai jenis masakan lokal Indonesia secara mendalam. Pengguna cukup mengirimkan foto makanan melalui chat untuk mendapatkan estimasi jumlah kalori dan kandungan nutrisi dalam hitungan detik.

Metode ini mencoba memecahkan hambatan psikologis masyarakat yang sering kali enggan mengunduh aplikasi kesehatan baru. Dengan menggunakan WhatsApp, layanan ini masuk ke dalam ekosistem digital yang sudah digunakan oleh mayoritas penduduk Indonesia setiap hari.

Kebutuhan akan solusi kesehatan digital di tanah air tergolong mendesak mengingat data UNICEF menunjukkan sekitar sepertiga orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas. Di negara maju, aplikasi serupa seperti MyFitnessPal telah membantu pengguna menurunkan berat badan hingga puluhan juta kilogram.

Founder Kalg, Chandra Ishano, menjelaskan bahwa layanan ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap perilaku digital lokal. Menurutnya, pendekatan personal dengan durasi program yang terukur menjadi kunci efektivitas layanan ini.

"Masyarakat kita anti app baru dan subscription abadi. Kalg buat program personal, AI prediksi 3ÔÇô6 bulan doang, bayar sesuai target, stop pas ideal," ujar Chandra Ishano.

Memahami Konteks Kuliner Lokal

Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah kemampuannya dalam mengidentifikasi porsi dan bumbu khas masakan nusantara. Database yang digunakan tidak hanya mengandalkan standar global, tetapi juga mencakup detail jajanan pasar hingga lauk pauk rumahan.

Head of Engineering & Product Kalg, Luthfi Hariz, menegaskan pentingnya pemahaman terhadap budaya makan di Indonesia dalam pengembangan produk ini. Hal ini bertujuan agar layanan tersebut benar-benar relevan bagi pengguna di wilayah Asia Tenggara.

"Kalg paham kebiasaan dan tentang makanan Indonesia, bukan tebak global. Ini jembatan agar kita pimpin gerakan sehat Asia Tenggara," kata Luthfi Hariz.

Sektor kesehatan digital di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh pesat dengan nilai pasar mencapai puluhan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan. Kalg hadir dengan model program berdurasi tertentu yang disesuaikan dengan target berat badan masing-masing individu.

Pendekatan ini menghilangkan beban komitmen biaya berlangganan jangka panjang yang sering kali menjadi penghalang bagi masyarakat. Proses pemantauan nutrisi yang menyatu dengan rutinitas harian diharapkan mampu mempermudah langkah masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Artikel terkait

Rekomendasi