PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan pendampingan intensif bagi pelanggan dan keluarga terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (11/5/2026). Hingga akhir pekan lalu, sebanyak 96 pelanggan telah pulang ke rumah, sementara 12 orang lainnya masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.
Dilansir dari Money, perusahaan plat merah tersebut memastikan koordinasi berkelanjutan dengan pihak medis untuk memantau kondisi para korban. KAI juga memfasilitasi layanan klaim biaya pengobatan mandiri bagi para pelanggan yang terdampak peristiwa tersebut.
"Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).
Pihak manajemen menegaskan bahwa proses pemantauan tidak berhenti meskipun pasien sudah meninggalkan rumah sakit. Bantuan diberikan secara menyeluruh untuk memastikan pemulihan fisik para pelanggan berjalan optimal.
"Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan," lanjut Anne.
Pelanggan yang menjalani pengobatan mandiri diwajibkan melengkapi dokumen administrasi seperti bukti perjalanan, identitas, kuitansi medis, resume medis, dan salinan rekening untuk pengajuan pengembalian biaya. KAI menyebut estimasi penyelesaian klaim asuransi ini memakan waktu paling lama 21 hari kerja.
"Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja," ujar Anne.
Dukungan psikologis berupa layanan trauma healing juga disediakan melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur serta saluran komunikasi khusus. Pendampingan ini mencakup layanan telemedicine hingga pertemuan tatap muka bagi pelanggan yang memerlukan bantuan kejiwaan.
Selain urusan medis, KAI mengelola pengamanan barang milik penumpang yang tertinggal di lokasi kejadian. Berdasarkan data hingga 9 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, ditemukan 121 barang yang mana 80 di antaranya telah diserahkan kembali kepada pemiliknya.
"Kami memahami setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga. Karena itu, proses pendataan dan penyerahan dilakukan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak," jelas Anne.
Posko Informasi di stasiun terkait dijadwalkan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 guna melayani berbagai kebutuhan administrasi dan informasi lanjutan. KAI berkomitmen menjaga kelancaran operasional sambil mengutamakan aspek keselamatan penumpang.
"KAI akan terus mendampingi pelanggan dan keluarga selama proses pemulihan berlangsung sambil memastikan operasional perjalanan kereta api terus bergerak ke arah yang semakin baik dan aman," tutup Anne.
Terkait operasional perjalanan, pembatasan kecepatan kereta masih diberlakukan pada lintas Bekasi hingga Cikarang dengan batas 60 hingga 80 kilometer per jam. Langkah ini diambil untuk mendukung proses pengecekan jalur yang masih berlangsung di area terdampak.
"Pembatasan kecepatan ini masih diperlukan agar proses pengecekan dan pemulihan operasional dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga aspek keselamatan perjalanan," kata Anne.
Pembatasan tersebut berimbas pada keterlambatan jadwal perjalanan Commuter Line, terutama pada lintas Cikarang. Manajemen menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa kereta api.
"Kami memahami kondisi ini berdampak kepada keterlambatan perjalanan kereta api, khususnya Commuter Line lintas Cikarang, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan," lanjutnya.
Data operasional menunjukkan adanya tren perbaikan ketepatan waktu pada lintas Cikarang dalam beberapa hari terakhir. Pada 7 Mei 2026, ketepatan waktu keberangkatan berada di angka 87 persen, kemudian meningkat menjadi 88 persen pada 8 Mei 2026.
| Tanggal | Ketepatan Berangkat | Ketepatan Datang | Rata-rata Terlambat (Menit) |
|---|---|---|---|
| 7 Mei 2026 | 87% | 81% | 2,2 - 3,3 |
| 8 Mei 2026 | 88% | 85% | 1,8 - 2,3 |
"Secara paralel KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar perjalanan kereta api semakin pulih dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan," tegas Anne.