Tabrakan melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden fatal yang merusak bagian belakang gerbong Commuter Line ini menyebabkan empat orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Data korban jiwa tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, saat meninjau lokasi kejadian. Seluruh korban yang dinyatakan tewas merupakan penumpang yang berada di dalam rangkaian KRL, sebagaimana dilansir dari Money.
"Korban meninggal dunia itu ada empat orang. Kemudian yang kita observasi di rumah sakit, itu ada 71 orang," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Seorang penumpang yang berada di lokasi kejadian, Munir, mengungkapkan bahwa benturan keras mengakibatkan kerusakan struktur yang sangat masif pada rangkaian kereta. Menurut kesaksiannya, lokomotif kereta jarak jauh tersebut menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti.
"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir, Penumpang.
Munir menambahkan bahwa dampak terparah terjadi pada gerbong khusus perempuan. Kondisi kursi dan material gerbong yang hancur sempat menutup akses keluar bagi para penumpang yang terjebak di dalamnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turun langsung ke lokasi kecelakaan untuk mengawasi jalannya penanganan darurat. Penegasan diberikan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan para korban dan kelancaran evakuasi yang dilakukan bersama tim gabungan termasuk Basarnas.
ÔÇ£Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin,ÔÇØ ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Menhub memastikan bahwa seluruh personel di lapangan telah dikerahkan untuk bekerja secara cepat. Langkah koordinasi terus dilakukan guna mengoptimalkan proses penanganan seiring dengan perkembangan situasi di area stasiun.
ÔÇ£Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak,ÔÇØ ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Pemerintah juga sedang melakukan pendataan mendalam terkait jumlah total korban yang terdampak kecelakaan tersebut. Dudy menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi dalam situasi darurat ini.
"Kemenhub akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan,ÔÇØ kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Selain fokus pada evakuasi, otoritas terkait mulai mempersiapkan langkah untuk mencari penyebab pasti kecelakaan. Kementerian Perhubungan menyatakan dukungannya terhadap tim investigasi yang akan bekerja mengumpulkan bukti di lapangan.
ÔÇ£Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut,ÔÇØ ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.