KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Insiden maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.55 WIB yang mengakibatkan belasan orang tewas. Dilansir dari Suara, tabrakan ini terjadi saat KRL sedang berhenti sebelum akhirnya dihantam dari arah belakang.

Data terbaru mencatat sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa tragis tersebut. Selain korban jiwa, terdapat 84 orang lainnya yang mengalami luka-luka dan saat ini petugas masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian guna mengamankan para penumpang.

Kecelakaan bermula ketika KRL rute BekasiÔÇôJakarta tertahan di Stasiun Bekasi Timur lantaran adanya insiden lain di jalur depan, yakni tabrakan taksi listrik dengan Commuter Line arah Cikarang. Dalam posisi diam tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah yang sama tidak sempat menghindar dan menabrak gerbong paling belakang KRL.

Suasana di lokasi kejadian digambarkan sangat mencekam oleh saksi mata melalui unggahan di media sosial X. Akun @NenkMonica membagikan rekaman yang menunjukkan kondisi gerbong yang gelap total tak lama setelah benturan keras terjadi.

"Suasana mencekam terekam dalam KRL saat insiden tabrakan dengan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur," tulis akun @NenkMonica.

Di dalam video tersebut, kepanikan pecah saat para penumpang berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan gerbong. Beberapa penumpang terdengar berteriak meminta pertolongan kepada petugas maupun sesama pengguna kereta yang selamat.

"Pak, tolong ini, Pak," teriak salah seorang penumpang perempuan.

Suara jeritan dari korban yang terjepit di antara kursi dan badan kereta juga terdengar jelas dalam rekaman video amatir tersebut. Banyak penumpang yang terperangkap dalam kondisi fisik yang memprihatinkan akibat dampak benturan yang hebat.

"Kaki saya kejepit tolong," teriak penumpang perempuan lain.

Beberapa warga net yang menyaksikan video tersebut memberikan respons penuh simpati terhadap para korban. Di antara visual yang beredar, tampak seorang penumpang dengan luka di wajah berusaha keluar dari pintu gerbong yang rusak.

"Bapak, tolong saya," teriak penumpang perempuan lain.

Respons masyarakat di media sosial menunjukkan duka mendalam atas kejadian ini. Sejumlah warganet menyampaikan belasungkawa dan harapan agar para korban luka segera mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

"Ya Allah aku nangis kejer dengar suara minta tolongnya," komentar warganet.

Para pengguna media sosial juga menguatkan para penyintas yang mungkin mengalami trauma mendalam akibat kecelakaan maut tersebut.

"Ya Tuhan," tulis singkat warganet lain.

Petugas medis dan tim penyelamat masih terus bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh penumpang telah dievakuasi dari rangkaian kereta yang rusak.

"Mbak-mbak, semoga kondisinya sudah sehat semua ya. Kalau masih mau nangis, nangis aja. Kalau masih takut dan sedih, cerita ya," ujar warganet lain bersimpati.

Artikel terkait

Rekomendasi