KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur.

Kecelakaan beruntun melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal, dekat Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada rangkaian kereta, timbulnya korban jiwa, serta gangguan jadwal perjalanan di lintas Bekasi-Cikarang sebagaimana dilansir dari Suara. Peristiwa bermula ketika sebuah KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Dampak tabrakan awal tersebut membuat rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5181 karena berhenti beroperasi di luar jadwal reguler. Situasi ini kemudian menyebabkan rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 tujuan Cikarang tertahan di peron Stasiun Bekasi Timur.

Tabrakan susulan terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga menghantam bagian belakang KRL PLB 5568 yang sedang berhenti. Kereta unggulan PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini memang dikenal memiliki spesifikasi kecepatan tinggi untuk memangkas waktu tempuh pelanggan.

KA Argo Bromo Anggrek merupakan layanan kelas eksekutif yang diluncurkan sejak 1995 dan melayani rute strategis Jakarta-Surabaya PP. Per 1 Juni 2021, KAI telah mempercepat waktu tempuh rute Gambir-Surabaya dari 8 jam 44 menit menjadi 8 jam 30 menit.

Kecepatan tertinggi kereta ini tercatat mencapai 110 km/jam pada operasional reguler, namun data lain menunjukkan kemampuannya dapat menembus angka 160 km/jam. Kereta yang dijuluki "Si Bromo" ini memiliki ciri khas warna merah putih dan dilengkapi fasilitas modern seperti layanan sleeping car, catering, serta pramugari perjalanan.

Artikel terkait

Rekomendasi