KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Lima Orang Tewas

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Lima Orang Tewas
Foto: Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Lima Orang Tewas.

Insiden tabrakan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Dilansir dari Kompas, para korban merupakan penumpang KRL yang berada di gerbong belakang saat tabrakan terjadi.

Hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, petugas gabungan masih berupaya melakukan evakuasi terhadap puluhan penumpang lainnya yang terdampak kecelakaan tersebut. Berdasarkan data terkini, setidaknya 70 penumpang telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian oleh tim penyelamat.

Kepala Basarnas M Syafii memberikan keterangan terkait proses penanganan medis dan evakuasi para korban di lokasi. Mayoritas korban meninggal yang ditemukan petugas berada di area yang mengalami kerusakan paling parah akibat benturan keras antarkereta.

"Sebagian besar korban adalah wanita karena kami melakukan evakuasi di bagian gerbong wanita yang ringsek akibat tabrakan," kata Kepala Basarnas M Syafii.

Pihak Basarnas menegaskan bahwa upaya penyelamatan masih terus difokuskan pada penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta. Hingga pukul 05.38 WIB, tercatat masih ada tiga orang korban yang posisinya teridentifikasi berada di dalam gerbong KRL Commuter Line.

"Yang terjebak dalam keadaan terjepit badan gerbong. Kami masih berusaha keras melakuka evakasi," imbuh M Syafii.

Kondisi material kereta yang hancur menjadi hambatan utama bagi personel di lapangan dalam menjangkau para korban. Luas area kerja yang terbatas memaksa tim untuk membatasi jumlah personel yang masuk ke titik evakuasi secara bersamaan.

"Ruangannya sangat sempit, hanya bisa ada 25 petugas yang melakukan evakuasi para korban, karena banyak besi dan logam-logam ukuran besar yang menghimpit korban kami perlu peralatan khusus untuk melakukan evakuasi," papar M Syafii.

Dampak dari kecelakaan ini juga memengaruhi operasional transportasi publik di wilayah tersebut sejak Selasa pagi. KAI Commuter mengumumkan adanya perubahan pola operasi perjalanan kereta untuk rute menuju Cikarang melalui media sosial resmi mereka.

"Hingga pagi ini proses evakuasi oleh Petugas Gabungan di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung. Selasa 28 April pagi ini Perjalanan Commuter Line keberangkatan dan tujuan Cikarang hanya sampai Stasiun Bekasi. KAI Commuter memohon maaf atas kendala yang dialami #RekanCommuters." tulis akun X KAI Commuter @CommuterLine.

Pihak operator menyatakan akan terus memperbarui informasi mengenai penanganan di lokasi secara berkala kepada masyarakat. Saat ini, perjalanan kereta tujuan Cikarang hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi akibat proses pembersihan rel masih berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi