KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi 15 Orang Tewas

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi 15 Orang Tewas
Foto: Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi 15 Orang Tewas.

Insiden maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL PLB 5568A jurusan Jakarta-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan 15 penumpang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh gangguan pada sistem perkeretaapian setelah sebuah taksi menerobos perlintasan sebidang, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Dampaknya, KRL yang berhenti menunggu evakuasi ditabrak oleh kereta jarak jauh yang melaju kencang dari arah belakang.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa tabrakan bermula dari insiden di perlintasan sebidang yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Dugaan awal mengarah pada gangguan sistem akibat adanya kendaraan yang terjebak di rel.

ÔÇ£Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Bobby menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

ÔÇ£Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Relawan perlintasan sekaligus warga setempat, Askhin Burhan, memberikan kesaksian mengenai detik-detik sebelum tabrakan terjadi di lokasi. Menurutnya, sebuah mobil taksi listrik sempat memaksakan diri masuk meskipun palang pintu sudah tertutup.

ÔÇ£Iya kondisi palang sudah ditutup, tapi taksi maksa jalan, nerobos palang pintu, nah pas di tengah itu mogok,ÔÇØ ujar Askhin Burhan, warga Bekasi.

Askhin menyebutkan bahwa pengemudi kendaraan tersebut sempat menyelamatkan diri sebelum mobilnya dihantam oleh rangkaian kereta.

ÔÇ£Itu sopir keluar, duduk di pinggir pas kecelakaan itu,ÔÇØ ujar Askhin Burhan, warga Bekasi.

Kompol Sandhi Wiedyanoe dari Korlantas Polri memaparkan bahwa gangguan kelistrikan pada taksi di perlintasan Jalan Ampera memicu efek domino yang menghentikan perjalanan KRL. Kurangnya koordinasi informasi diduga menjadi penyebab KA Argo Bromo Anggrek tidak berhenti.

ÔÇ£Namun akibatnya, karena perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi, mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek,ÔÇØ ujar Sandhi Wiedyanoe, Kompol.

Berdasarkan data kepolisian, kereta jarak jauh tersebut sedang berada dalam kecepatan tinggi saat menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti.

ÔÇ£Ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam. Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di Stasiun Bekasi Timur,ÔÇØ ujar Sandhi Wiedyanoe, Kompol.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan pengemudi taksi hijau tersebut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Metro Bekasi Kota.

ÔÇ£Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut,ÔÇØ ujar Sandhi Wiedyanoe, Kompol.

Mengenai data korban, Kombes Pol dr. Martinus Ginting mengonfirmasi jumlah penumpang yang tewas dalam musibah ini. Tim medis saat ini fokus pada proses identifikasi jenazah di RS Polri Kramat Jati.

ÔÇ£Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,ÔÇØ ujar Martinus Ginting, Kombes Pol dr.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa seluruh korban telah dievakuasi dari reruntuhan gerbong kereta pada Selasa pagi.

ÔÇ£Bahwa operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan kembali ke homebase masing-masing,ÔÇØ ujar Mohammad Syafii, Marsekal Madya TNI.

Meskipun operasi penyelamatan telah ditutup, petugas tetap akan waspada selama proses pembersihan sisa-sisa material di jalur kereta.

ÔÇ£Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, jika ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun, tetap akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,ÔÇØ ujar Mohammad Syafii, Marsekal Madya TNI.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan permohonan maaf atas gangguan perjalanan dan mengalihkan layanan penumpang ke Stasiun Bekasi selama proses normalisasi jalur berlangsung.

ÔÇ£Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,ÔÇØ ujar Anne Purba, VP Corporate Communication KAI.

Artikel terkait

Rekomendasi