PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kembali menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow secara situasional di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek pada Jumat (08/05/2026). Langkah ini diambil mulai pukul 06.56 WIB dari KM 23 hingga KM 28 guna mengantisipasi kepadatan volume kendaraan.
Dilansir dari Kompas, kebijakan ini juga bertujuan mendukung pekerjaan pemeliharaan jalan yang sedang berlangsung di KM 28+175 arah Cikampek. Pekerjaan tersebut dilaporkan telah berjalan sejak Kamis (07/05/2026) dan memerlukan ruang gerak yang berdampak pada kapasitas lajur reguler.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo memberikan penegasan bahwa skema lalu lintas ini merupakan hasil koordinasi dengan pihak Kepolisian. Pengalihan arus dilakukan atas diskresi petugas di lapangan untuk memastikan pergerakan kendaraan tetap dinamis.
"Pemberlakuan contraflow ini merupakan bentuk rekayasa lalu lintas yang dilakukan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan sekaligus menunjang pekerjaan pemeliharaan jalan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang saat ini masih berlangsung," kata Ria, dikutip Jumat (08/05/2026).
Ria menambahkan bahwa waktu dimulainya contraflow hari ini lebih awal dibandingkan jadwal biasanya. Keputusan tersebut diambil setelah pihak JTT melakukan evaluasi menyeluruh terhadap situasi kepadatan jalan tol dan progres pengerjaan fisik di lokasi pemeliharaan sejak hari sebelumnya.
"Berdasarkan hasil evaluasi kondisi lalu lintas dan perkembangan pekerjaan di lapangan sejak kemarin, rekayasa lalu lintas contraflow kembali diberlakukan lebih awal pada hari ini sebagai langkah antisipatif guna menjaga distribusi arus kendaraan tetap lancar sejak pagi hari," lanjut Ria.
Optimalisasi pemantauan arus kini diperketat oleh JTT melalui penggunaan kamera pengawas CCTV serta penyiagaan personel di berbagai titik strategis. Pengelola jalan tol mengimbau agar para pengendara selalu memastikan kondisi kelayakan kendaraan dan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memulai perjalanan.